YUK, JAUHI HATE SPEECH DI DUNIA MAYA!

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA09 September 2021

Yuk, Jauhi Hate Speech di Dunia Maya!

Source: shutterstock.com

Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan aksi selebgram Rachel Venya yang mengunggah status Instagram tentang kekesalannya kepada sebuah forum gosip di dunia maya. Rupanya forum tersebut kerap menjadikan Rachel sebagai bahan gunjingan. Bahkan tak hanya Rachel, tetapi kedua buah hatinya turut dijadikan bahan gosip dan olok-olok.

 

Rachel pun berjanji akan mencari anggota forum tersebut yang menyebarkan gosip dan gunjingan jahat mengenai dirinya dan keluarga. Kontan, aksi Rachel ini mendapat dukungan dari sesama selebriti. Selama ini, mereka juga sama-sama kerap menjadi bahan gunjingan dan olok-olok oleh para anggota forum gosip tersebut. Tak heran jika mereka pun langsung mendukung Rachel.

 

Gosip, olok-olok, dan hate speech semacam ini bukanlah barang baru di dunia maya, terutama di media sosial. Sudah tak terhitung para selebriti maupun tokoh masyarakat yang menjadi korbannya. Beberapa bahkan berhasil melacak para perisak atau hater di media sosial.

 

Tentu masih ingat dengan kasus Ayu Ting Ting yang mempolisikan hater-nya karena mengejek anak semata wayangnya. Kemudian masih ada Shandy Aulia yang juga bernasib mirip dengan Ayu, yakni berhasil melacak hater-nya yang mengolok-olok putri Shandy di media sosial.

 

Kenapa banyak sekali kasus hate speech, bullying, dan gosip terjadi di media sosial? Salah satu penyebabnya adalah karena para pelaku hate speech itu merasa aman menuliskan hal-hal keji tentang orang lain di dunia maya. Mereka merasa begitu karena tidak berhadapan langsung dengan target yang diolok-olok. Selain itu, mereka merasa identitas anonim yang mereka miliki di dunia maya akan mampu melindungi mereka dari pelacakan.

 

Padahal mereka lupa bahwa dengan teknologi masa kini yang kian canggih, siapa pun yang menggunakan identitas anonim di dunia maya akan bisa terlacak. Jadi, kini tak ada lagi yang mampu menebar hate speech dan bisa lolos dengan mudah, kecuali jika dia sangat menguasai teknologi.

Yang menarik, para pelaku hate speech kepada selebriti di dunia maya rata-rata adalah kaum perempuan. Ini tentunya merupakan sebuah fakta yang menyedihkan. Stereotipe perempuan sebagai tukang gosip, sering iri dengan orang lain, dan nyinyir terus dilanggengkan dengan hadirnya media sosial dan forum gosip di internet.

 

Padahal, seharusnya perempuan justru bisa menjadi pelaku dan contoh untuk bijak di dunia maya. Jika dieksplorasi lebih dalam, banyak sekali kesempatan dan ilmu yang menarik yang bisa dilakukan melalui dunia digital.

 

Untuk itu, langkah pertama tentu saja adalah menjauhi hate speech dan segala bentuknya. Perempuan harus memiliki kecerdasan digital yang tak kalah dengan kaum pria. Jika memiliki kecerdasan digital, perempuan akan bisa menularkannya kepada anak dan keluarga hingga menghasilkan generasi masa depan yang tangguh namun sopan dan beretika.

 

Terdapat delapan poin kecerdasan digital, yang dijelaskan dalam situs https://www.dqinstitute.org/dq-framework/. Poin-poin itu adalah:

 

1.    Bisa memilah identitas mana yang boleh dibagikan kepada publik dan mana yang tidak

Tujuannya adalah untuk menjaga keamanan diri dan privasi, agar identitas kita tidak disalahgunakan oleh pihak lain. Sebelum mengunggah sesuatu di dunia maya, pikirkan lima aspek ini yakni:

-         Apakah info itu benar?

-         Apakah info itu membantu orang lain atau Anda?

-         Apakah info itu akan menginspirasi orang?

-         Apakah info itu penting?

-         Apakah info itu baik untuk sesama?

Kenapa harus repot-repot sebelum mengunggah sesuatu? Sebab, segala jejak digital akan tersimpan selamanya. Anda tentu tidak mau kan jika selamanya akan diingat sebagai hater selebriti A?

 

2.    Menyeimbangkan penggunaan digital

Anda perlu mengelola waktu online dan waktu untuk aktivitas di dunia nyata. Jangan karena sibuk memantau forum gosip, Anda jadi lupa dengan urusan keluarga dan pekerjaan.

 

3.    Bisa mendeteksi konten berisiko

Jika menemukan konten-konten seperti cyberbullying, radikalisasi, penipuan, jangan pernah tergoda untuk menyebarkannya ke orang lain. Sebaliknya, laporkan atau blokir akun yang mengancam keselamatan diri maupun teman Anda.

 

4.       Bisa mendeteksi ancaman siber

Untuk melindungi akun dan gawai dari ancaman siber seperti hacker, scamming dan phishing, sebaiknya Anda rutin mengganti password, memasang aplikasi antivirus, dan membaca dengan seksama aturan penggunaan aplikasi yang ada di gawai. Sebab, tak jarang ada celah yang luput dari pengamatan karena kita malas mengikuti aturan pengamanan dan privasi di sebuah aplikasi.

 

5.    Bisa berempati dan berhubungan baik secara online

Jangan pernah deh memaki-maki, mem-bully, maupun menggosipkan orang lain meski “hanya” di dunia maya. Yuk, jadi netizen yang sopan, jangan pernah kasar. Ingat jejak digital, ya. Jangan sampai apa yang Anda unggah malah merugikan Anda di masa depan.

 

6.    Bisa berkomunikasi dan berkolaborasi menggunakan teknologi dan media digital

Kemampuan menggunakan multimedia penting banget di zaman digital saat ini. Misalnya, mengedit video, membuat presentasi yang menarik dengan aplikasi dan menulis email yang sopan. Apalagi saat pandemi, kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi dengan teknologi amat berarti.

Sebab, di masa pandemi saat ini, segala hal dilakukan melalui metode online. Tak hanya pekerjaan, tetapi juga sekolah anak, kursus memasak, bahkan memesan makanan dan bahan pokok pun kini dilakukan melalui media digital. Jadi, jika tidak menguasainya, hidup akan terasa lebih sulit, ya.

 

7.    Literasi digital yang baik dan benar

Artinya, paham cara mendapatkan dan mengkonfirmasi informasi dan berita yang ingin diketahui. Misalnya dengan menggunakan mesin pencari, membaca artikel/berita/jurnal, dan bisa mengkritisinya apakah info itu hoax atau fakta. Ingat selalu pedoman saring dulu sebelum sharing atau berbagi informasi kepada orang lain.

 

8.    Menghormati hak cipta orang lain

Caranya sebenarnya sederhana saja. Salah satunya adalah dengan mencantumkan nama pembuat konten/foto/video yang Anda ambil atau forward.

Dengan menguasai delapan aspek kecerdasan digital ini, Anda akan bisa semakin mahir berkarya sebagai warga digital.

 

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Ia menyebutkan bahwa di zaman yang penuh gempuran teknologi ini, anak muda Indonesia memerlukan kepribadian yang kuat sekaligus sikap yang santun. Puan memberi contoh attitude terkait maraknya hoax yang tersebar lewat berbagai media sosial.

 

“Generasi muda harus cerdas memilah informasi, membedakan mana yang benar dan mana yang hoaks. Bahkan generasi muda bisa menjadi yang terdepan dalam melawan hoaks, memerangi hate speech, juga mengedepankan dialog yang cerdas tapi santun di media sosial,” ucap dia seperti yang dilansir Okezone.

 

Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021 sudah ditemukan sekitar 1.387 hoax yang beredar di tengah pandemi Covid-19. Jika diabaikan, hoax ini berpotensi memecah belah bangsa.

 

“Mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mengenai intelektualitas, tetapi lebih luas mengenai kecerdasan dalam seluruh perikehidupan bangsa. Oleh karena itu, jika ingin pendidikan Indonesia bersumbangsih terhadap masa depan kehidupan bangsa, maka diperlukan fokus serta titik berat pada nation and character building,” ungkap politikus PDI Perjuangan ini.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

7 TANTANGAN UMUM PEMIMPIN PEREMPUAN

Dunia profesional saat ini menjadi salah satu medan perjuangan bagi perempuan. Dalam perjuangannya, perempuan acap kali mengalami…

BERITA DUNIA25 August 2021

BAHASA INDONESIA PEMERSATU KEBINEKAAN BANGSA

  Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman budaya, agama, sosial, serta bahasa daerah.…

BERITA DUNIA13 August 2021

HOBI SELAMA PANDEMI PUAN MAHARANI

Pandemi COVID19 yang berkepanjangan telah membawa kehidupan jutaan orang seakan berhenti sejenak. Hal ini membuat banyak orang yang…

BERITA DUNIA29 September 2021