YUK, BEROLAHRAGA UNTUK KESEHATAN MENTAL!

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA17 July 2021

Yuk Berolahraga untuk Kesehatan Mental!

Olahraga tidak hanya menjaga kesehatan tubuh. Berikut tips untuk menjaga kesehatan mental bagi perempuan

Di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, kesehatan mental menjadi salah satu aspek yang sering dibahas. Pasalnya, pandemi membuat semua orang harus membatasi aktivitas dan pergerakan. Semua diminta untuk berdiam diri di rumah dan beraktivitas apapun dari rumah, termasuk bekerja dan sekolah.

 

Perempuan adalah pihak yang paling rentan mengalami gangguan kesehatan mental. Bagi perempuan bekerja, sangatlah sulit membagi konsentrasi antara bekerja dari rumah, mengurus anak-anak yang menjalani sekolah dari rumah, dan mengurus rumah sekaligus. Apalagi, saat bekerja dari rumah, umumnya tekanan justru lebih tinggi ketimbang saat bekerja di kantor.

 

Sementara bagi ibu rumah tangga, waktu me time yang biasanya didapatkan saat anak-anak pergi sekolah, kini nyaris sulit didapatkan. Sebab, anak-anak bersekolah dari rumah yang membutuhkan atensi, bimbingan, dan bantuan.

 

Segala keruwetan kondisi ini memicu terganggunya kesehatan mental. Untuk mengembalikan kesehatan mental pada kondisi yang prima, berbagai cara direkomendasikan para ahli. Salah satunya adalah dengan berolahraga.

 

Dalam sebuah jurnal yang ditulis para psikiater dari University of Nebraska Medical Center, disebutkan bahwa perubahan gaya hidup menjadi lebih aktif amatlah penting bagi mereka yang mengalami gangguan pada kesehatan mentalnya. Salah satu caranya adalah dengan berolahraga.

 

Senam aerobik, jogging, berenang, bersepeda, berjalan kaki, berkebun, dan menari telah terbukti mampu mengurangi depresi dan rasa cemas. Hal ini disebabkan oleh meningkatkan sirkulasi darah ke otak dan dipengaruhi pula oleh hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA) axis yang hasilnya, memberikan reaksi fisiologis terhadap stres.

 

Pengaruh fisiologis ini kemungkinan dilakukan dengan komunikasi antara HPA axis dengan beberapa bagian otak termasuk system limbik yang mengontrol keinginan dan mood, amygdala yang menghasilkan rasa takut akibat stres, dan hippocampus yang memainkan peran penting dalam pembentukan memori maupun mood dan keinginan.

 

Sementara itu dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health ditemukan bahwa berlari selama 15 menit per hari atau berjalan kaki selama sejam per hari bisa mengurangi 26% risiko depresi. Bahkan, jika Anda berolahraga secara rutin, depresi akan serta merta hilang dan tak kembali.

 

Selain itu, berolahraga juga efektif untuk menghilangkan stres. Pernah mengamati bagaimana tubuh Anda saat stres? Otot terasa kaku, terutama di wajah, leher, dan bahu, yang menyebabkan sakit pada punggung, leher dan kepala. Begitu juga dengan gejala-gejala lain seperti dada sakit dan berdebar-debar, insomnia, sakit perut, diare, atau buang air kecil terus-menerus.

 

Nah, olahraga mampu menghilangkan itu semua. Selain melepaskan endorphin di otak, aktivitas fisik juga membantu menenangkan otot dan menghilangkan ketegangan pada tubuh. Karena tubuh dan pikiran sangat erat berkaitan, saat tubuh Anda terasa lebih nyaman, pikiran Anda juga akan merasakan hal yang sama.

 

Lalu olahraga seperti apa sih yang sebaiknya dipilih untuk mengurangi rasa cemas, depresi, dan mood buruk, serta memperbaiki rasa percaya diri? Dari berbagai penelitian, disebutkan bahwa olahraga yang diperlukan tidak harus yang berat maupun berdurasi panjang. Salah satu yang direkomendasikan adalah jalan cepat 3 kali seminggu. Tiga puluh menit berolahraga ini baik untuk kesehatan mental Anda.

 

Yang menarik juga, olahraga yang dimaksud tidak harus dilakukan selama 30 menit secara kontinyu. Bisa juga dibagi ke beberapa sesi. Misalnya, jalan kaki 10 menit tiga kali sehari hitungannya sama dengan jalan kaki 30 menit.

 

Jadi, untuk yang selalu merasa sulit mencari waktu berolahraga, Anda bisa menyelipkan olahraga sederhana di sela-sela aktivitas harian. Misalnya, saat menunggu baju selesai dicuci di mesin cuci, Anda bisa sit up maupun plank. Atau, sambil santai nonton Netflix, gunakan waktu untuk berjalan kaki keliling rumah.

 

Jika ingin lebih serius, cobalah ikuti olahraga online yang banyak digelar oleh fitness center. Dengan memilih olahraga online ini, Anda tetap akan merasa seperti berolahraga di fitness center karena ada instruktur yang memadu secara online dan teman-teman yang ikut berolahraga bersama. Biayanya pun lebih murah ketimbang datang ke lokasi seperti biasa.

 

Cara lain, berolahragalah sambil mengikuti gerakan di video-video olahraga di Youtube atau install aplikasi olahraga di ponsel. Tingkat kesulitannya bisa disesuaikan dengan preferensi, jadi tetap menyenangkan.

 

Jika kondisi sudah normal, bisa juga mengajak keluarga berjalan kaki, bersepeda, atau berlari bersama. Dengan begini, tak hanya tubuh yang sehat, tetapi kebersamaan dan kehangatan juga membantu memperbaiki kesehatan mental.

 

Para ahli kejiwaan menemukan bahwa olahraga rutin memberikan dampak positif seperti:

1.     Meningkatkan libido.

2.     Memperbaiki daya.

3.     Menghilangkan stres.

4.     Memperbaiki mood

5.     Meningkatkan energi dan stamina.

6.     Mengurangi kelelahan yang bisa memicu gangguan pada kesehatan mental.

7.     Mengurangi berat badan.

 

8.     Mengurangi kolesterol dan memperbaiki kesehatan jantung.

 

Ternyata, kebiasaan berolahraga juga dipraktikkan oleh Ketua DPR RI, Puan Maharani. Di tengah aktivitasnya yang padat, perempuan pertama yang memimpin DPR RI itu tetap menyempatkan berolahraga di waktu senggang demi menjaga kesehatan dan kebugaran.

 

Pada masa normal, Puan mengaku suka berenang dan berjalan kaki di lapangan terbuka. Namun pada masa pandemi Covid-19, kata Puan, berolahraga harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan.

 

“Biasanya suka berjalan kaki saja di outdoor, jalan kaki karena murah meriah. Tapi karena Covid, jadi olahraganya di dalam rumah, treadmill atau rowing,” ucap Puan seperti diberitakan oleh Tempo.

 

Puan mengaku sangat senang mengetahui minat masyarakat terhadap olahraga semakin tinggi. Menurut dia, pemerintah harus mendukung semangat masyarakat meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemi dengan menyediakan fasilitas berolahraga yang aman.

 

Jadi, stres, rasa cemas, depresi, dan gangguan pada kesehatan mental bisa dibantu dengan berolahraga. Tidak perlu yang serius atau hard core seperti weightlifting atau ikut Strong Nation, kok. Seperti yang Puan Maharani lakukan, sekadar jalan kaki yang murah meriah pun bisa dilakukan untuk Kesehatan.

 

Yang penting tetap bergerak dan aktif di sela-sela kegiatan harian. Dijamin, tubuh sehat, jiwa pun terasa segar.

 

Selamat berolahraga!

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

BAHASA INDONESIA PEMERSATU KEBINEKAAN BANGSA

  Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman budaya, agama, sosial, serta bahasa daerah.…

BERITA DUNIA13 August 2021

DUO SRIKANDI INDONESIA PERAIH MEDALI EMAS DI LAGA OLIMPIADE 2020

Gempita Olimpiade Tokyo 2020 masih hangat terasa. Kebanggaan dan nasionalisme kembali membuncah di dada saat menyaksikan lagu Indonesia…

BERITA DUNIA10 August 2021

MELURUSKAN ANGGAPAN TENTANG BUDAYA MATRILINEAL

Dalam upacara Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, Ketua DPR Puan Maharani menjadi pembaca Teks Proklamasi. Tak hanya karena…

BERITA DUNIA30 August 2021