TOKOH PEREMPUAN INSPIRATIF 2021

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA07 June 2021

Image Tokoh Perempuan Inspiratif 2021

Gambar hanya ilustrasi.

Perempuan memiliki peran besar dalam pembangunan bangsa dan negara. Saat ini, perempuan mampu bekerja dan berkarya di berbagai bidang. Bahkan di bidang yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki. Perempuan memiliki kemampuan dan kesempatan yang lebih besar sehingga lebih berdaya di bidangnya masing-masing. Beruntungnya, saat ini kita memiliki banyak contoh pemimpin perempuan yang menginspirasi. Di bawah ini, kita bisa melihat sepak terjang lima dari banyak tokoh perempuan menginspirasi yang ada di Indonesia.

 

1. Silvia Halim

Silvia Halim
Silvia Halim

Silvia Halim telah bekerja dan berdedikasi membangun salah satu proyek transportasi yang paling bergengsi di Jakarta yaitu Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Sebelum berkarir di Indonesia, Silvia mengawali dan membangun karirnya selama 12 tahun di Singapura. Di sana-lah Silvia belajar mengembangkan kemampuannya di bidang manajemen proyek untuk proyek-proyek infrastruktur transportasi.

 

Saat ini, Silvia merupakan satu-satunya perempuan dalam jajaran direktur di PT MRT Jakarta. Sebagai Direktur Konstruksi, Silvia bertanggung jawab dalam perencanaan, desain, dan konstruksi sistem MRT di Jakarta. PT MRT Jakarta telah sukses membangun sistem MRT pertama di Indonesia pada Maret 2019 lalu. Kini Silvia kembali memimpin proses pembangunan sistem MRT jalur kedua di Jakarta.

 

Bekerja di bidang pekerjaan yang umumnya diminati laki-laki, tidak membuat Silvia gentar. Sebagai perempuan, Silvia kerap dipandang sebelah mata. Namun, integritas dan dedikasi yang ia bangun dapat menampik langsung pandangan tersebut.

 

Atas keberhasilannya tersebut, Silvia juga mendapatkan berbagai penghargaan nasional dan internasional. Pada tahun 2020, Silvia masuk ke dalam daftar GenT dari bidang teknik, manufaktur, dan energi. Daftar GenT berisi 400 orang pemimpin yang membentuk masa depan Asia di berbagai bidang.

 

2. Farwiza Farhan

Farwiza Farhan
Farwiza Farhan

Farwiza Farhan adalah perempuan inspiratif yang fokus pada konservasi, perlindungan, dan restorasi Ekosistem Leuser. Ekosistem Leuser adalah satu-satunya kawasan yang masih menyediakan habitat bagi empat hewan endemik dilindungi, yaitu orang utan, gajah, badak, dan harimau.

 

Farwiza saat ini memimpin Yayasan HAkA, sebuah organisasi akar rumput di Aceh, Indonesia. Salah satu prestasi yang sangat membanggakan oleh Farwiza dan tim di Yayasan HAkA adalah berhasil menggugat pemegang konsesi perkebunan di dalam Ekosistem Leuser. Perjuangan tersebut berhasil dimenangkan olehnya, sehingga pemegang konsesi perkebunan didenda besar karena telah merusak kawasan yang dilindungi.

 

Sejak kecil, Farwiza sudah sangat tertarik dengan alam dan sudah tau akan berkarya di bidang konservasi alam. Setelah lulus dari studi masternya di University of Queensland, Farwiza bekerja dengan di ekosistem Leuser, lalu mulai membangun Yayasan HAkA.

 

Saat ini, Farwiza terus berkontribusi dalam perlindungan biodiversitas dan ekosistem. Atas dedikasinya tersebut, Farwiza telah mendapat berbagai penghargaan dalam dan luar negeri. Salah satunya adalah penghargaan bergengsi Whitley Award pada tahun 2016.

 

3. Puan Maharani

Perempuan Indonesia Satu Puan Maharani
Puan Maharani

Puan Maharani adalah salah satu politikus perempuan yang berdedikasi untuk kemajuan Indonesia. Di bidang politik yang lebih banyak didominasi oleh laki-laki, Puan Maharani menjadi salah satu inspirasi tokoh perempuan yang berprestasi. Prestasi yang ia bangun mengantarkannya menjadi perempuan pertama dan satu-satunya yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat.

 

Puan dibesarkan dalam lingkungan nasionalis sehingga sudah terbiasa dengan nuansa politik. Ia adalah anak bungsu dan anak perempuan satu-satunya dari Presiden Indonesia ke-8 dan ketua partai PDIP, Megawati Sukarnoputri. Puan adalah cucu dari presiden pertama Indonesia, Sukarno. Ayahnya, Taufiq Kiemas, adalah ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-13.

 

Perempuan yang bernama lengkap Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi ini mulai merintis karir politiknya sejak tahun 2006. Pada saat itu, ia menjadi anggota DPP KNPI bidang Luar Negeri. Atas dedikasinya di bidang politik, Puan dipercaya dan dilantik menjadi anggota dewan perwakilan rakyat pada umur 36 tahun. Ia terus berkarya hingga dipercaya dan terpilih menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada kabinet kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

 

Baca Juga : Peran Perempuan sebagai Penjaga Keberagaman

 

4. Herawati Sudoyo

Herawati Sudoyo
Herawati Sudoyo

Herawati Sudoyo adalah seorang ilmuwan dalam bidang biomolekuler yang terkenal dengan sebutan “pencari gen” atau gene hunter. Herawati fokus mempelajari variasi genetik pada masyarakat Indonesia. Ia memetakan variasi genetik tersebut dan melihat hubungan peta genetik itu dengan berbagai penyakit. Peta gen tersebut akan dapat bermanfaat agar obat yang diberikan ke pasien bisa lebih spesifik dan presisi sesuai dengan variasi genetiknya.

 

Herawati, yang kini bekerja di Institut Eijkman, memulai pendidikan sarjana dan masternya di bidang ilmu kedokteran di Universitas Indonesia. Di sanalah Herawati mulai tertarik mendalami studi biomolekuler. Herawati lalu meneruskan pendidikannya di Monash University untuk mendalami bidang tersebut.

 

Salah satu prestasi Herawati yang sangat bermanfaat adalah saat peristiwa pemboman Kedutaan Australia di Jakarta pada tahun 2004. Pada saat itu, ledakan yang sangat besar menyebabkan bagian tubuh korban dan pelaku tidak utuh. Herawati dan kelompok penelitiannya di Institut Eijkman kemudian mengusulkan penggunaan teknologi DNA dalam proses identifikasi pelaku dan korban. Pemerintah dan pihak kepolisian terkejut dan terkesima atas hasil dari metode tersebut. Atas prestasinya, pemerintah membantu mengembangkan fasilitas untuk teknologi DNA forensik.

 

Saat ini, Herawati dan tim peneliti Institut Eijkman berkontribusi memerangi pandemi COVID19. Herawati yang masuk ke dalam Satgas COVID19, berperan dalam identifikasi COVID19 beserta variasinya, juga mengembangkan vaksin merah putih.

 

5. Maudy Ayunda

Maudy Ayunda
Maudy Ayunda

Maudy Ayunda adalah tokoh perempuan muda yang banyak digandrungi anak muda. Tidak heran, Maudy telah menorehkan prestasi di berbagai bidang. Baru-baru ini, ia didaulat oleh Forbes sebagai salah satu dari 30 under 30 Asia atau penghargaan bagi 30 pemuda berprestasi yang berumur di bawah 30 tahun.

 

Maudy Ayunda memulai karirnya di dunia hiburan sejak usia 11 tahun. Ia menjadi aktris utama film dalam film yang berjudul Untuk Rena. Atas peran tersebut, ia berhasil mendapatkan penghargaan Aktris Utama Terpilih oleh Festival Film Jakarta 2006. Kini, ia telah membintangi lebih dari 10 film sebagai peran utama, serta mengeluarkan 6 album dan puluhan lagu.

 

Tak hanya di dunia hiburan, Maudy Ayunda juga sangat mengutamakan pendidikan. Maudy telah menyelesaikan gelar sarjananya di bidang Filosofi, Politik, dan Ekonomi di Oxford, lalu melanjutkan gelar master di Stanford dalam bidang Bisnis dan Edukasi. Maudy juga mendirikan Yayasan Maudy Ayunda untuk membantu pemuda melalui program beasiswa dan bimbingan bagi anak-anak muda.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

LIMA MANFAAT MINUM KOPI

Bagi banyak orang, kopi adalah sebuah kenikmatan rutin yang diminum setiap hari. Tak heran, kopi menjadi salah satu minuman terfavorit…

BERITA DUNIA09 August 2021

PEREMPUAN DI KALA PANDEMI

Pandemi COVID19 yang telah berlangsung lebih dari satu tahun mempengaruhi berbagai sudut hidup perempuan. Perempuan semakin rentan…

BERITA DUNIA01 June 2021

PEREMPUAN, PENDIDIKAN, DAN TANTANGANNYA

Kalau membaca judul saja, mungkin kita akan berpikir bahwa saat ini perempuan telah mencapai kesetaraan dalam hal pendidikan. Satu…

BERITA DUNIA27 August 2021