TIPS MENGURANGI BEBAN IBU SELAMA ANAK SEKOLAH ONLINE

BERITA DUNIA03 September 2021

Tips Mengurangi Beban Ibu Selama Anak Sekolah Online

Gambar hanya ilustrasi.

Selama pandemi Covid-19 terjadi, semua aspek kehidupan ikut mengalami perubahan. Selain ekonomi dan kesehatan, salah satu sektor yang terdampak cukup berat juga adalah pendidikan. Pasalnya, Covid-19 menyebar melalui interaksi langsung antarmanusia. Oleh karena itu, pendidikan pun digelar melalui metode online, alias jarak jauh.

 

Sudah hampir 2 tahun pendidikan dalam berbagai jenjang diselenggarakan secara online. Dari playgroup, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, semua mengandalkan metode pembelajaran jarak jauh. Para guru/dosen dan para siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar melalui gawai, baik itu layar komputer, laptop, maupun ponsel.

 

Tentu saja beragam kendala dan keluhan pun muncul. Tak hanya dari para guru/dosen maupun murid saja. Namun, para orang tua juga mengaku kewalahan, terutama para ibu. Sebab, sekolah online menambah beban harian mereka.

 

Jika tadinya tugas mendidik dan mengajar anak-anak berada di pundak para guru, kini tugas tersebut harus dikerjakan pula oleh para ibu. Padahal, beban harian mereka juga tidak berkurang. Hal ini pun membuat para ibu mengeluh karena kelelahan fisik dan mental.

 

Bahkan di beberapa wilayah, stres yang dirasakan para ibu kerap berujung pada kekerasan terhadap anak. Sungguh memilukan.

 

Lalu, apa yang sebaiknya dilakukan para ibu untuk mengurangi beban selama anak bersekolah online dari rumah? Berikut ini terdapat beberapa tips yang bisa dicoba, ya.

1.   Jalin komunikasi dengan guru

Jujur saja, jadi guru dadakan di rumah itu berat, bukan? Apalagi bila Anda tidak memiliki latar belakang atau pengalaman mengajar yang mumpuni. Dibebani tugas mengajar anak di rumah secara tiba-tiba memang bikin pusing. Oleh karena itu, coba deh berkomunikasi dengan guru anak di sekolah.

 

Dengan komunikasi yang lancar antara guru dan orang tua, kendala-kendala yang dihadapi para siswa selama pembelajaran jarak jauh akan berkurang, Beban ibu dalam mengajari anak di rumah juga turut berkurang.

 

Jangan sungkan-sungkan minta bantuan kepada guru anak jika Anda memang tidak memahami materi yang dipelajari anak. Sebab, Anda merupakan perpanjangan tangan guru di rumah, seperti ia menjadi perpanjangan tangan orang tua saat di sekolah.

 

Umumnya guru tidak akan merasa keberatan jika ada orang tua yang minta bantuan, kok.

 

2.   Jangan memaksakan diri Anda dan anak

Untuk para ibu, beban sekolah online memang cukup berat. Sebab, ibu tak hanya ketambahan tugas mengajar anak tetapi juga harus mengawasinya serta menjaga mood-nya. Untuk itu, ketahui batas diri Anda maupun anak supaya tidak terkesan memaksa.

 

Apalagi jika anak-anak Anda masih duduk di bangku TK dan SD. Jangan terlalu memaksa anak untuk mengikuti target pelajaran yang dibuat sebelum pandemi terjadi. Sebab, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi pun mengubah target akademis selama pandemi agar tidak membuat guru dan peserta didik terbebani.

 

Dengan tidak memaksa diri Anda dan anak, Anda akan lebih tenang menjalani tugas sebagai guru dadakan selama anak sekolah online.

3.   Jaga mood Anda

Happy mom, happy kids, begitu kata pepatah. Jika ibu bahagia, anak juga akan bahagia. Untuk itu, jaga mood Anda supaya mood anak juga bisa baik.

 

Jika ibu stres dan tertekan, anak akan terkena dampaknya, atau bahkan ikut stres dan tertekan juga. Jadi, jaga mood Anda dengan berbagai cara. Bisa dengan melakukan aktivitas favorit di waktu senggang, beristirahat sejenak, dan makan makanan bergizi.

 

Jangan lupa juga bagi tugas dengan pasangan supaya Anda tidak kelelahan sendirian.

 

4.   Cek kondisi anak secara berkala

Ini terutama untuk ibu dengan anak-anak yang berusia lebih besar, yakni SMP dan SMA. Mereka biasanya sudah bisa dilepas belajar sendiri. Namun, mereka tetap harus diawasi dan dicek secara berkala agar tidak lepas kendali.

 

Pasalnya, banyak anak yang keenakan tidak diawasi dan malah asyik bermain video games, menonton Youtube, maupun main media sosial, bukannya belajar. Jika ibu tetap mengecek kondisi anak secara berkala, kondisi dan pelajaran anak akan bisa terkendali dengan baik.

 

5.   Manfaatkan momen untuk menambah kebersamaan

Meski membuat stres, momen sekolah online bisa dimaknai sebagai momen untuk menambah bonding atau kebersamaan antara anak dan orang tua, lho. Sebab, kapan lagi Anda bisa bersama-sama terus dengan anak 24 jam sehari, 7 hari seminggu, ya kan? Sebelum pandemi, anak pasti akan berada di sekolah selama beberapa jam sehari, 5 hari dalam seminggu.

 

Dengan anak sekolah dari rumah, orang tua juga bisa memperhatikan kebiasaan dan interaksi anak saat belajar bersama guru dan teman-temannya. Selain itu, orang tua juga bisa mengetahui secara langsung perkembangan pendidikan anak, tidak melulu lewat perantara guru.

 

Saat ini, seiring turunnya angka positif Covid-19, pemerintah tengah mempertimbangkan untuk membuka sekolah kembali dan mengizinkan anak-anak untuk belajar di sekolah. Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyambut baik kebijakan itu. Menurutnya, rencana pembukaan sekolah di daerah-daerah yang turun status menjadi PPKM Level 3 dapat memulihkan kognitif dan psikologis anak.

 

Sekolah online dinilai telah mengakibatkan anak kehilangan kesempatan belajar. "Sekolah daring yang terlalu lama disebut mempengaruhi psikologis anak," kata Puan.

 

Meski begitu, Puan mengingatkan agar pembukaan sekolah harus mengacu pada Surat Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, serta Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

 

"Penerapan protokol kesehatan mutlak dilakukan. Tidak hanya wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak, tapi juga sampai kesiapan ruang belajar dan toilet sekolah bagi siswa harus sesuai prokes," tuturnya.

 

Puan mengingatkan agar pihak sekolah tidak memaksakan siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka apabila orang tua atau walinya tidak mengizinkan. Sekolah diminta tetap menyiapkan infrastruktur pembelajaran jarak jauh, mengingat sekolah tatap muka juga masih bersifat terbatas.

 

"Sekolah harus memahami apabila pihak keluarga siswa masih memiliki kekhawatiran jika melepas anak-anaknya kembali ke sekolah karena Pandemi Covid-19 belum berakhir. Saya harap, sekolah bisa memfasilitasi setiap kebutuhan siswa," ujar Puan.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

HOBI SELAMA PANDEMI PUAN MAHARANI

Pandemi COVID19 yang berkepanjangan telah membawa kehidupan jutaan orang seakan berhenti sejenak. Hal ini membuat banyak orang yang…

BERITA DUNIA29 September 2021

MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep yang sudah berlangsung ratusan tahun di Indonesia. Konsep ini dapat dirunut sejak masa Dinasti…

BERITA DUNIA20 August 2021

TIPS MENGURANGI BEBAN IBU SELAMA ANAK SEKOLAH ONLINE

Selama pandemi Covid-19 terjadi, semua aspek kehidupan ikut mengalami perubahan. Selain ekonomi dan kesehatan, salah satu sektor yang…

BERITA DUNIA03 September 2021