PUAN MAHARANI MENUNTUT PERAN NEGARA MAJU DALAM PENANGANAN PERUBAHAN IKLIM

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA03 November 2021

Foto Artikel Puan Maharani Menuntut Peran Negara Maju dalam Penanganan Perubahan Iklim

Source: shutterstock.com

Isu perubahan iklim adalah salah satu permasalahan global yang kini dampaknya telah terasa di berbagai negara. Di Indonesia sendiri, dampak perubahan iklim pun sudah terasa yang terlihat dari tingginya curah hujan di daerah tertentu, kekeringan panjang, peningkatan intensitas kebakaran hutan, dan lain-lain.

Laporan terkini dari Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim, Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) mengatakan bahwa rata-rata suhu permukaan global dapat melebihi 2 derajat celcius dalam dua dekade ke depan. Akhir bulan Oktober ini, ratusan perwakilan dunia akan berkumpul untuk membicarakan isu perubahan iklim melalui panel Conference of the Parties (COP).

 

Apa itu COP?

COP adalah ajang pertemuan dunia yang membicarakan upaya penanganan perubahan iklim. Tahun ini, COP sudah berlangsung yang ke 26 kali dan kali ini bertempat di Glasgow, Inggris, sehingga acara ini disebut sebagai COP26 Glasgow.

Tujuan utama dari pertemuan ini adalah untuk meninjau pengeluaran emisi dan laporan pencatatan emisi tersebut dari setiap negara yang berpartisipasi dalam COP. Berdasarkan laporan tersebut, COP akan melihat dampak kebijakan yang telah dilakukan oleh semua pihak. Selain itu, COP juga akan menilai sudah sejauh mana upaya-upaya yang telah dilakukan bisa mencapai tujuan global.

Dalam acara tersebut, setiap negara bekerja sama dan bernegosiasi untuk mencapai keputusan bersama dalam menangani perubahan iklim. Para pemimpin negara, negosiator, perwakilan pemerintah, pelaku bisnis, dan penduduk dunia berkumpul selama 12 hari untuk membicarakan hal tersebut.

 

Hasil penting COP

Pertemuan COP dilakukan setiap setahun sekali. Salah satu keputusan besar yang dihasilkan dari pertemuan tersebut adalah saat COP21 yang berlangsung di Paris, Prancis pada tahun 2015.

Keputusan penting yang didapat dari COP21 Paris adalah para pihak sepakat untuk membatasi kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi hingga di bawah 2 derajat celcius, dengan target maksimal 1,5 derajat celcius dibandingkan dengan suhu sebelum masa industri.

Untuk mencapai hal tersebut, setiap negara harus beradaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Selain itu, perlu ada dana khusus yang disiapkan untuk menangani perubahan iklim tersebut.

Hasil COP21 Paris atau yang sering disebut sebagai Perjanjian Paris ini sangat penting. Inilah pertama kalinya negara di dunia menyepakati tujuan bersama. Tujuan besar untuk mengurangi kenaikan suhu global dan beradaptasi terhadap perubahan iklim.

 

Peran Indonesia dalam menangani perubahan iklim

Indonesia sangat berkomitmen untuk mengatasi dan menghambat dampak perubahan iklim. Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebanyak 29% pada tahun 2030 dengan upaya sendiri atau sebanyak 40% bila ditambah bantuan internasional.

Mengejar target tersebut, Indonesia telah melakukan upaya-upaya signifikan. Misalnya, Indonesia berhasil mengurangi laju deforestasi hingga 75% pada tahun 2019-2020. Upaya tersebut dilakukan dengan kebijakan moratorium izin perubahan lahan di tanah gambut yang diberlakukan sejak tahun 2011.

Puan Maharani, ketua DPR RI, juga ikut mendorong berbagai upaya penanganan perubahan iklim di Indonesia. Ia juga mengemukakan pentingnya kerjasama antara negara di dunia untuk mengatasi permasalahan global ini. Dalam acara Fifth World Conference of Speakers of Parliament di Wina, Austria, Puan pun menekankan peran negara-negara maju dalam menangani perubahan iklim.

“Negara-negara maju harus memimpin dalam pengurangan emisi, dan memberikan bantuan keuangan dan teknis untuk mendukung upaya mitigasi dan adaptasi negara berkembang,” ujarnya saat berbicara mengenai isu perubahan iklim dalam forum ketua-ketua parlemen dunia yang dikutip dari bisnis.com.

Negara maju perlu memiliki keinginan politis (political will) yang tinggi untuk segera mengambil langkah-langkah konkret. Permasalahan perubahan iklim adalah permasalahan global yang dapat berdampak buruk bagi seluruh negara, terutama negara-negara yang rentan. Dilansir dari rri.co.id, Puan menyebutkan, “Untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bersama tersebut, maka dibutuhkan dunia yang bersatu. Permasalahan bersama tidak dapat diatasi sendiri oleh satu negara,” sebutnya.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PUAN MAHARANI: CITA-CITA UNTUK INDONESIA

Setiap orang mungkin memiliki cita-cita dan harapan atas negara di tempat mereka lahir dan dibesarkan. Begitu pula Puan Maharani,…

BERITA DUNIA01 October 2021

PENTINGNYA ASI BAGI MASA DEPAN BANGSA

Bicara soal perempuan, tentu tak bisa dilepaskan dari perannya sebagai seorang ibu. Bicara peran perempuan sebagai seorang ibu, maka…

BERITA DUNIA15 September 2021

PERAN PEREMPUAN SEBAGAI PENJAGA KEBERAGAMAN

Beberapa dari kita mungkin pernah mendengar adanya stereotip yang ditentukan berdasarkan suku, agama, atau ras tertentu. Mulai dari…

BERITA DUNIA01 July 2021