PUAN MAHARANI, MEMASAK DI ERA REFORMASI MENJADI INSPIRASI DI ERA PANDEMI

Oleh Melati Sukma

BERITA DUNIA15 October 2021

Puan Maharani, Memasak di Era Reformasi Menjadi Inspirasi di Era Pandemi

Source: shutterstock.com

Ada pepatah yang mengatakan, “Memasaklah dari hati, itu kunci utama masakan jadi enak”.

Mungkin pepatah ini yang jadi pegangan Puan Maharani. Walaupun mengaku hanya bisa memasak telor dadar atau menu yang serba digoreng saja, tapi Puan punya andil besar untuk urusan perut rakyat di masa reformasi tahun 1998.

Dua puluh tahun yang lalu, Puan baru saja lulus kuliah. Hal ini tentu membuat Puan mau tidak mau terlibat dan menyaksikan detik per detik proses pelengseran Presiden Soeharto yang telah 32 tahun berkuasa. "Saat reformasi saya mengurusi dapur umum di rumah saya di Kebagusan," kata Puan.

Ia juga menceritakan setiap hari banyak orang berada di sekitar rumahnya pada saat itu. Bahkan, Puan sampai tidak bisa keluar rumah karena saking banyaknya orang yang ingin melengserkan kekuasaan Soeharto. "Di depan pagar rumah saya itu terjadi. Saya masih gadis muda, yang tidak bisa keluar rumah (karena banyaknya massa yang unjuk rasa)," ucapnya seperti dikutip dari Tempo.co.

Melihat hal ini, Puan tak mau tinggal diam. Ia turun tangan menjadi juru masak untuk hidangan massa yang berkumpul di rumahnya. Puan mengingat bahwa menu yang disediakan hanya ala kadarnya, yakni ikan, tempe, tahu dan sayur sop.

"Saat itu masak seberapa pun banyaknya tidak cukup," ujarnya. "Sayurnya asal cemplung. Sop yang airnya banyak atau sayurnya yang banyak." ujar Puan mengenang masa-masa bersejarah itu.

Turun tangan Puan mengomandoi dapur umum ini ternyata malah jadi inspirasi. Setidaknya, hal ini diakui oleh Akhit Arif, Ketua Koordinator Dapur Umum Relawan Puan Maharani Jawa Timur, yang membuat dapur umum dan memberikan nasi box kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ya, kita terinspirasi oleh bu Puan karena sering membantu masyarakat. Dan ia memberikan semangat gotong royong untuk membantu masyarakat yang terdampak,” tutur Arif seperti dikutip dari Harianhaluan.com.

Kegiatan sosial ini dimulai sejak 16 Agustus 2021, mereka serentak membagikan nasi box untuk masyarakat yang terdampak pandemi seperti tukang becak, pemulung, pengemis, supir angkot, sampai komunitas ojek online, di 4 kabupaten di Jawa Timur. Mulai dari Surabaya, Kediri, Trenggalek, dan Sumenep.

“Setiap hari ada 200 box yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Target dalam sebulan bisa mencapai 61 ribu nasi box yang diberikan. Untuk Surabaya dan Kediri target 6500 nasi box dalam sebulan,” ujar Arif.

Respons positif pun didapat dari kegiatan ini. Tak hanya membantu sesama, kegiatan ini juga membangkitkan rasa gotong royong pada masyarakat, karena memberdayakan ibu-ibu sekitar.

“Saya berharap semoga kegiatan ini bisa meringankan beban masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Selain itu, semoga kegiatan ini bisa dicontoh oleh masyarakat lainnya untuk menciptakan semangat gotong royong membantu masyarakat yang terdampak oleh pandemi ini,” ujar Arif lagi.

Kita memang tidak pernah tahu bahwa sekecil apapun hal yang kita lakukan, rupanya bisa memberikan inspirasi bagi orang lain.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER

Kemajuan sebuah peradaban dalam masyarakat sangat tergantung pada peran perempuan. Perempuan mengambil peran dalam berbagai bidang.…

BERITA DUNIA14 September 2021

MENELADANI SOSOK FATMAWATI DI MOMEN KEMERDEKAAN INDONESIA

Bulan Agustus bisa dibilang merupakan bulan bersejarah bagi Indonesia. Hal ini tak lain karena di bulan inilah Indonesia merayakan…

BERITA DUNIA16 August 2021

TIPS MENGURANGI BEBAN IBU SELAMA ANAK SEKOLAH ONLINE

Selama pandemi Covid-19 terjadi, semua aspek kehidupan ikut mengalami perubahan. Selain ekonomi dan kesehatan, salah satu sektor yang…

BERITA DUNIA03 September 2021