PUAN MAHARANI DAN RAGAM BUSANA DAERAH DI INDONESIA

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA05 October 2021

Puan Maharani dan Ragam Busana Daerah di Indonesia

Source: shutterstock.com

Sebagai negara kepulauan dengan beragam etnis dan suku, Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan budaya. Tak hanya bahasa, adat istiadat, dan kuliner saja. Busana daerah juga hadir dalam beraneka jenis, dengan wastra nusantara dari tiap-tiap daerah yang menggoda mata.

Dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, penggunaan busana daerah di tengah masyarakat semakin meningkat. Pasalnya, Presiden Jokowi memiliki kebiasaan mengenakan busana aneka daerah di Indonesia saat menghadiri berbagai momen.

Kebiasaan Presiden Jokowi ini pun disambut baik para pejabat publik dan tokoh masyarakat lainnya. Tak terkecuali Ketua DPR RI Puan Maharani. Dalam berbagai kesempatan, ia kerap tampil dalam balutan busana maupun wastra nusantara.

Namun, yang paling memukau masyarakat adalah busana daerah yang dikenakan Puan pada Sidang Tahunan MPR RI pada 16 Agustus 2021 dan Upacara HUT ke-76 RI pada 17 Agustus 2021 lalu.

Kedua busana yang dipilih Puan itu menarik perhatian karena selain membuatnya tampak lebih anggun, juga mengandung nilai sejarah dan pesan positif di dalamnya. Busana pilihan Puan tersebut adalah:

 

1.   Payas Agung

Pada Sidang Tahunan MPR RI, Puan mengenakan busana adat Bali Payas Agung dengan kain tenun Gringsing yang langka. Diketahui, Puan memiliki darah Bali dari nenek buyutnya, Ida Ayu Nyoman Rai, yang merupakan ibunda Presiden Soekarno, kakek Puan.

Mengutip dpr.go.id, kain songket khas Bali dan tenun Gringsing menjadi salah satu warisan budaya kuno Bali yang masih bertahan hingga kini. Kain Gringsing merupakan satu-satunya tenun ikat ganda yang berasal dari Indonesia.

Pakar busana Bali, Anak Agung Ngurah Anom Mayun K Tenaya, memuji pilihan busana Puan di hari penting tersebut. "Perancang busana yang dikenakan Puan Maharani pada upacara kenegaraan 16 Agustus 2021 layak diacungi jempol. Ia berani melakukan improvisasi, sehingga terkesan anggun bagi pemakainya," kata dia seperti dilansir Antara.

Puan dianggapnya turut mengangkat kembali kebudayaan bangsa dengan mengenakan pakaian adat tersebut.

"Punahnya kain-kain asli Bali akibat dari budaya masyarakat sendiri seperti penyederhanaan upacara, yang biasanya menggunakan kain-kain sakral, akhirnya ditiadakan," kata Mayun.

Senada dengan Mayun, Pengajar Komunikasi Politik Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi juga menilai, busana dengan sentuhan Bali yang elegan itu juga merupakan simbol optimisme bagi kebangkitan wisata, budaya, dan ekonomi Pulau Dewata setelah mencapai target vaksinasi.

"Ibu Puan ingin menyampaikan bahwa setelah semua daerah mencapai target vaksinasi dan herd immunity, kita optimistis roda ekonomi yang mensejahterakan rakyat bisa berjalan lagi. Tidak cuma di Bali, tapi juga di semua penjuru negeri,” kata Ari.

 

2.   Bundo Kanduang

Sementara pada Upacara HUT ke-76 RI, Puan mengenakan busana Bundo Kanduang asal Sumatera Barat. Puan memilih busana ini untuk menunjukkan bahwa di dalam tubuhnya juga mengalir darah Padang dari ayahnya, almarhum Taufik Kiemas, dan neneknya, Fatmawati.

Dilansir suara.com, baju adat Bundo Kanduang khas Tanah Datar identik dengan tengkuluk tanduk atau yang dikenal sebagai "tingkuluak balenggek". Puan memilih mengenakan baju kurung berwarna krem dengan kain songket merah dengan sulaman benang emas yang mewah. Kain tersebut senada dengan selendang yang dipakainya secara menyamping.

Baju tradisional ini biasa dipakai oleh seorang wanita yang telah dewasa atau yang telah menikah. Sementara oleh perempuan Minang, baju ini biasa dipakai pada acara adat seperti pernikahan, pengangkatan datuak, dan lainnya.

Makna dari busana ini adalah merupakan simbol dari pentingnya peran seorang ibu dalam sebuah keluarga. Sementara pemakaian tengkuluk melambangkan bahwa perempuanlah pemilik dari rumah gadang.

 

***

 

Kontan pilihan Puan pada dua momen bersejarah itu dipuji banyak pihak. Selain mengirimkan pesan subliminal lewat busana daerah, Puan juga dinilai mempromosikan pesan cinta Tanah Air kepada khalayak.

Untuk itu, mari kita mengenal busana daerah Nusantara. Sebab, pelestarian budaya nasional bukanlah tugas para pejabat dan pemimpin negara saja, melainkan juga tugas kita semua sebagai warga negara Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi yang akan melestarikan budaya nasional?

Berikut ini adalah 34 busana daerah dari 34 provinsi Indonesia. Perlu diingat, jumlah ini hanya sebagian kecil dari ragam busana daerah yang tersebar di Tanah Air, ya.

1.     Aceh – Ulee Balang

2.     Sumatera Utara – Ulos

3.     Sumatera Barat – Bundo Kanduang, Limpapeh Rumah Nan Gadang

4.     Riau – Teluk Belanga dan Kebaya Labuh

5.     Kepulauan Riau – Kebaya Laboh dan Teluk Balanga

6.     Jambi – Baju Kurung Tanggung

7.     Bengkulu – Rejang Lenong

8.     Sumatera Selatan – Aesan Gede

9.     Bangka Belitung – Paksian

10. Lampung – Tulang Bawang

11. Banten – Pangsi

12. Jawa Barat – Bedahan

13. DKI Jakarta – Sadariah

14. Jawa Tengah – Kebaya

15. DI Yogyakarta – Kebaya Kesatrian

16. Jawa Timur – Pesa’an

17. Bali – Payas Agung

18. NusaTenggara Barat – Rimpu

19. Nusa Tenggara Timur – Baju Adat Nusa Tenggara Timur

20. Kalimantan Barat – King Baba / King Tompang

21. Kalimantan Tengah – Sangkarut

22. Kalimantan Timur – Kustin

23. Kalimantan Utara – Ta’a dan Sapei Sapaq

24. Kalimantan Selatan – Babaju Kun Galung Pacinan

25. Sulawesi Barat – Pattuqduq Towaine

26. Sulawesi Utara – Laku Tepu

27. Sulawesi Tengah – Nggembe

28. Sulawesi Selatan – Bodo

29. Sulawesi Tenggara – Babu Nggawi

30. Gorontalo – Biliu dan Makuta

31. Maluku – Cele

32. Maluku Utara – Manteren Lamo dan Kimun Gia

33. Papua Barat – Ewer

34. Papua –Koteka dan Rok Rumbai

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

CARA MUDAH AKTIF BEROLAHRAGA DI RUMAH

  Menjaga kebugaran fisik dan mental di kala pandemi sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh. Orang-orang yang menjaga…

BERITA DUNIA22 July 2021

5 PEREMPUAN INDONESIA DALAM KANCAH DUNIA

Banyak perempuan Indonesia yang sangat berprestasi dan mendapatkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri. Perempuan memang…

BERITA DUNIA29 July 2021

TANTANGAN MENJADI IBU DI ERA DIGITAL

Pernah dengar nggak, sebuah kalimat yang menyatakan bahwa 'Jadi orangtua itu nggak ada sekolahnya'? Ilmu menjadi orangtua bisa dibilang…

BERITA DUNIA18 July 2021