PERGERAKAN PEREMPUAN INDONESIA DARI MASA KE MASA

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA24 August 2021

Pergerakan Perempuan Indonesia dari Masa ke Masa

Gambar hanya ilustrasi.

Perempuan Indonesia selalu ikut berpartisipasi dalam perjuangan memajukan bangsa dari masa ke masa. Pergerakan perempuan lahir dari perkembangan dalam masyarakat. Dari situlah muncul keinginan-keinginan individu atau kelompok atas keadaan yang lebih baik dalam masyarakat. Melalui keinginan tersebut, perempuan bergerak sendiri dan berkelompok untuk berpartisipasi aktif memajukan bangsa dan negara.

 

Para pejuang perempuan di masa perjuangan kemerdekaan muncul dari berbagai daerah. Beberapa tokoh yang terkenal dari abad ke-19 misalnya Martha Christina Tiahahu dari Maluku, Cut Nyak Dien dan Cut Nyak Meutia dari Aceh, serta Nyai Ageng Serang dari Jawa. Pada masa ini, pasukan perempuan cukup terkenal karena menjaga dan mempertahankan keraton-keraton di Jawa Tengah. Pasukan tersebut sampai mengherankan Belanda atas keberanian dan keperkasaan pasukan perempuan yang disebut sebagai “prajurit-prajurit estri”.

 

Selanjutnya, perjuangan perempuan juga diteruskan melalui jalur pendidikan. Di awal abad ke-20, Kartini yang lahir di keluarga aristokrat Jawa, mendapat kesempatan untuk mengenyam pendidikan dasar berbahasa Belanda. Kartini mendapat pendidikan dasar hingga umur 12 tahun, tetapi ia melanjutkan edukasi untuk dirinya sendiri dengan membaca berbagai buku dan majalah serta menuliskan pemikirannya.

 

Seperti pemimpin perempuan pada umumnya, Kartini tidak hanya menikmati privilesenya untuk dirinya sendiri. Ia berjuang untuk pendidikan bagi kaum perempuan di masa itu. Ia membangun sekolah khusus perempuan yang disebut Sekolah Kartini. Atas perjuangan Kartini, semakin banyak perempuan mendapat pendidikan yang sangat penting untuk memajukan dan memberdayakan diri perempuan. Kartini adalah seorang figur perempuan yang mampu meningkatkan status perempuan Indonesia lainnya dan hingga kini terus menginspirasi perjuangan perempuan Indonesia.

 

Perjuangan Kartini mendorong para perempuan di berbagai daerah untuk berpartisipasi aktif memperjuangkan kemajuan bangsa. Salah satu perkumpulan yang cukup terkenal adalah organisasi perempuan Poetri Mardika di tahun 1912. Seperti perjuangan Kartini, Poetri Mardika juga mengedepankan pendidikan untuk memajukan taraf hidup perempuan. 

 

Para aktivis di Poetri Mardika menuliskan perjuangannya melalui surat kabar bulanan yang membuat dampak perjuangan mereka semakin meluas. Akibatnya, semakin banyak organisasi-organisasi perempuan di berbagai daerah serta orientasi dari organisasi tersebut pun semakin meluas. Perkumpulan perempuan di berbagai daerah dapat menjangkau masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan serta kebebasan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

 

Perjuangan bangsa untuk melawan kolonialisme Belanda pada masa itu mendorong berbagai kelompok pemuda mendeklarasikan Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Pada tahun yang sama, perempuan pun membuat Kongres Perempuan Indonesia pertama yang diselenggarakan di Yogyakarta.  Dalam kongres tersebut, dibentuklah Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia yang fokus pada pengembangan wawasan perempuan Indonesia.

 

Salah satu kongres Perikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia yang belakangan berganti nama menjadi Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia, melahirkan konsep perempuan sebagai ‘Ibu Bangsa’. Sebagai Ibu Bangsa, perempuan bukan hanya bertanggung jawab atas keluarga, tetapi juga perlu melestarikan masyarakat yang lebih manusiawi dan damai. Perempuan mengambil peran menjaga budaya dalam keluarga, menumbuhkan kasih sayang, tolong menolong, kerukunan, dan sopan santun. Ditambah lagi, perempuan juga mengambil peran dalam melestarikan kebudayaan, kesejahteraan, dan rasa kemanusiaan.

 

Ketika masa perjuangan sampai pada puncaknya sekitar tahun 1940an, perempuan lagi-lagi berperan sangat penting mendukung perjuangan dengan mendirikan tenda-tenda dapur umum. Para perempuan juga membantu para gerilyawan menjahit pakaian-pakaian tempur dan menyediakan bendera merah putih. Bahkan para perempuan ikut menggagas serta mengumpulkan sejumlah dana untuk membangun tugu kemerdekaan di Jalan Pegangsaan Timur 56.

 

Di dunia militer, perempuan juga ikut membentuk laskar-laskar wanita yang melatih kemampuan berperang, seperti menembak, menyusup ke wilayah musuh, serta dalam pekerjaan palang merah. Para perempuan bergabung dalam laskar-laskar tersebut, bukan hanya membantu di belakang medan perang tetapi juga ikut bertempur melawan kolonial Belanda.

 

Baca juga : Bahasa Indonesia Pemersatu Kebinekaan Bangsa

 

Setelah Indonesia merdeka, perempuan berpartisipasi dalam pemilihan umum tahun 1955 dan berhasil mendapat posisi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Organisasi perempuan yang menonjol kebanyakan masuk melalui sektor politik dengan berafiliasi dengan partai. Di masa ini, perkumpulan perempuan juga terbentuk melalui pengembangan profesi yang menunjukkan bahwa perempuan juga aktif berkarir di dalam kemajuan bangsa.

 

Selanjutnya, peran perempuan pun dibakukan melalui undang-undang yang menganjurkan persentase perempuan di kursi legislatif. Salah satu prestasi membanggakan perempuan adalah pada tahun 2001 berhasil mencapai level kepemimpinan tertinggi sebagai Presiden Indonesia RI ke-5, Megawati Soekarnoputri. Megawati yang juga anak dari Bapak Proklamator, Ir. Soekarno, berhasil memperkuat iklim demokrasi di Indonesia.

 

Presiden Megawati Soekarnoputri melahirkan anak perempuan bernama Puan Maharani yang kini juga mengambil peran besar dalam kemajuan bangsa. Puan Maharani dididik dalam dunia politik. Ayahnya, Taufik Kiemas pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat. Atas didikan Megawati dan juga keluarganya, Puan berhasil berprestasi di pemerintahan. Ia didapuk sebagai Menteri Koordinator bidang Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Setelah itu, ia pun berhasil dipercaya sebagai Ketua DPR RI perempuan pertama sejak tahun 2019.

 

Dalam setiap masa, perempuan selalu mengambil peran besar untuk membangun bangsa dan negara. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan berdaya dan berprestasi dalam berbagai bidang. Kepemimpinan perempuan juga dapat menginspirasi para perempuan lainnya untuk mengambil peran aktif dalam masyarakat. Para Perempuan Indonesia mampu berjuang #BersamaSelaraskanNegeri.

 

Tulisan ini disarikan dari tulisan berjudul Perkembangan Gerakan Politik Perempuan di Indonesia (Audra Jovani) dalam Jurnal Pamator tahun 2014.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

TIPS MENGURANGI BEBAN IBU SELAMA ANAK SEKOLAH ONLINE

Selama pandemi Covid-19 terjadi, semua aspek kehidupan ikut mengalami perubahan. Selain ekonomi dan kesehatan, salah satu sektor yang…

BERITA DUNIA03 September 2021

POTENSI PEREMPUAN SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI KELUARGA

Jika Anda mengetikkan kata kunci 'peran perempuan dalam perekonomian keluarga' di mesin pencarian, Anda mungkin akan terkejut. Di…

BERITA DUNIA01 June 2021

TANTANGAN MENJADI IBU DI ERA DIGITAL

Pernah dengar nggak, sebuah kalimat yang menyatakan bahwa 'Jadi orangtua itu nggak ada sekolahnya'? Ilmu menjadi orangtua bisa dibilang…

BERITA DUNIA18 July 2021