PEREMPUAN MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA14 September 2021

Foto-Artikel-Perempuan-Mewujudkan-Kesetaraan-Gender

Sustainable Development Goals - Goal 5: Gender Equality. (Shutterstock.com)

Kemajuan sebuah peradaban dalam masyarakat sangat tergantung pada peran perempuan. Perempuan mengambil peran dalam berbagai bidang. Bukan hanya di dalam keluarga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Dukungan berbagai pihak terhadap perempuan menjadi sangat penting, agar perempuan bisa lebih berperan dalam memajukan peradaban.

 

Hal utama yang perlu dilakukan untuk mendukung peran perempuan adalah dengan mewujudkan kesetaraan gender. Gender adalah sebuah konsep peluang ekonomi, sosial, dan budaya yang melekat pada menjadi perempuan atau laki-laki. Dalam banyak masyarakat, menjadi perempuan atau laki-laki bukan hanya berdasarkan karakter biologis dan fisik. Terdapat banyak ekspektasi bagaimana seharusnya perempuan atau laki-laki bersikap atau mendapatkan kesempatan.

 

Kesetaraan gender bukan berarti perempuan dan laki-laki harus mendapatkan seluruh hal yang sama. Kesetaraan gender berarti kesetaraan hak dan kesempatan untuk perempuan dan laki-laki sehingga keduanya dapat memaksimalkan potensi masing-masing. Kesetaraan gender juga adalah hak dasar manusia, yang sangat penting untuk mewujudkan kedamaian, kesejahteraan, dan dunia yang terus lestari.

 

Secara global, cita-cita kesetaraan gender diperjuangkan melalui Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya Tujuan ke-5. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan adalah tujuan global yang diinisiasi dan diresmikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa tahun 2015. Indonesia turut serta dalam memperjuangkan Tujuan Pembangunan Global, melalui Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

 

Tujuan ke-5 dari jumlah total 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ini ingin memastikan perempuan bisa memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan, akses kesehatan, mengambil peran pengambil keputusan, dan lain-lain. Tujuan ke-5 tentang kesetaraan gender memiliki 9 target yang terdiri dari 14 indikator. Target mengindikasikan tujuan, sedangkan indikator adalah penanda yang akan menilai apakah tujuan tersebut telah tercapai.

 

Dikutip dari sdgsindonesia.or.id, salah satu target utama tujuan kesetaraan gender adalah menjamin partisipasi penuh dan efektif, dan kesempatan yang sama bagi perempuan untuk memimpin di semua tingkat pengambilan keputusan dalam kehidupan politik, ekonomi, dan masyarakat.

 

Dalam hal ini, salah satu tokoh perempuan penting di Indonesia, Puan Maharani, ikut menekankan pentingnya perempuan bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin sesuai dengan kapasitas dan keahliannya, seperti dikutip dari merdeka.com. Puan juga mengatakan bahwa kesetaraan gender bukan berarti kompetisi antara laki-laki dan perempuan untuk berperan dalam masyarakat. Justru kesetaraan gender hanya dapat dicapai dengan partisipasi dan dukungan seluruh elemen masyarakat, baik perempuan maupun laki-laki.

 

Baca juga: Pergerakan Perempuan Indonesia dari Masa ke Masa

 

Para perempuan Indonesia juga selalu ikut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan indikator-indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang terkait dengan kesetaraan gender. Bahkan, upaya memperjuangkan kesetaraan gender di Indonesia juga sudah berlangsung sebelum Tujuan Pembangunan Berkelanjutan diusung pada tahun 2015.

 

Perempuan Indonesia telah berhasil mendapatkan kesempatan hingga dapat mengambil peran kepemimpinan di berbagai lini di Indonesia. Indonesia pernah memiliki presiden perempuan, yaitu Megawati Soekarno Putri yang menjadi presiden ke-5 di Indonesia. Sebuah prestasi yang sangat besar bila dibandingkan dengan negara-negara lainnya seperti Amerika Serikat yang telah merdeka lebih dari 240 tahun tetapi belum pernah memiliki presiden perempuan.

 

Anak dari Megawati Soekarno Putri, Puan Maharani, mengikuti jejak ibunya untuk memperjuangkan hak-hak dan kesempatan bagi perempuan di tingkat kenegaraan. Puan berhasil menjadi perempuan pertama yang menjadi ketua DPR RI. Posisi Puan sebagai Ketua DPR RI sangat strategis dalam memperjuangkan hak dasar perempuan di berbagai bidang.

 

Puan ikut mendorong terciptanya kesetaraan gender melalui keterwakilan perempuan dalam pemerintahan. Menurut Puan, “keterwakilan perempuan bukan hanya tentang keinginan untuk mendominasi melainkan menemukan koridor untuk saling berbagi secara adil dalam segala aktivitas kehidupan tanpa membedakan pelakunya laki-laki maupun perempuan.”, seperti yang dikutip di kompasiana.com.

 

Perempuan dapat mengambil peran dalam memajukan sebuah peradaban. Untuk itu, perempuan harus mendapat kesempatan yang sama dalam memperoleh pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta kesempatan menjadi pemimpin yang berkualitas.

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN, PENDIDIKAN, DAN TANTANGANNYA

Kalau membaca judul saja, mungkin kita akan berpikir bahwa saat ini perempuan telah mencapai kesetaraan dalam hal pendidikan. Satu…

BERITA DUNIA27 August 2021

PENTINGNYA ASI BAGI MASA DEPAN BANGSA

Bicara soal perempuan, tentu tak bisa dilepaskan dari perannya sebagai seorang ibu. Bicara peran perempuan sebagai seorang ibu, maka…

BERITA DUNIA15 September 2021

MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep yang sudah berlangsung ratusan tahun di Indonesia. Konsep ini dapat dirunut sejak masa Dinasti…

BERITA DUNIA20 August 2021