PEREMPUAN, INFLUENCER VAKSIN SEJATI

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA19 August 2021

Foto Perempuan, Influencer Vaksin Sejati

Perempuan, Influencer Vaksin Sejati

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar tentang I Gede Aryastina atau Jerinx yang akhirnya divaksinasi Covid-19. Kabar ini menggegerkan masyarakat karena sebelumnya, penabuh drum grup Superman Is Dead ini dikenal dengan sikap anti-Covid.

 

Ia pun memiliki basis massa yang sama-sama menolak percaya pada Covid. Bahkan ia sempat dipenjara karena menuding Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung WHO akibat kebijakan terkait Covid.

 

Lantas apa yang mengubah pemikiran Jerinx hingga akhirnya bersedia divaksinasi Covid?

 

Ternyata semua akibat bujukan dan pengaruh sang istri, Nora Alexandra. Diketahui, selama Jerinx terjerat kasus dan terpaksa masuk bui, Nora terus setia mendampingi sang suami. Nora juga kerap curhat di media sosial bahwa sikap keras kepala Jerinx yang anti-Covid sering membuatnya pusing. Padahal, Nora sudah bersusah payah membujuknya agar mau tobat dari pandangan hidupnya itu, tetapi sia-sia.

 

Namun kini jerih payah Nora berbuah manis. Sang suami tercinta akhirnya mau divaksin. Ia pun mengaku gembira karena sang suami mau mengikuti saran dan nasihatnya.

 

Sosok perempuan sebagai tokoh berpengaruh atau influencer bagi pasangan, keluarga, maupun lingkungan, memang tak bisa dimungkiri adanya. Sejak zaman prasejarah hingga zaman digital, perempuan selalu mampu mengambil posisi sebagai influencer bagi sekitarnya.

 

Sebab, mereka adalah pihak yang berperan penting dalam roda kehidupan rumah tangga sehari-hari. Segala keputusan, mulai dari memilih sabun cuci hingga sekolah anak, bisa diambilnya sendiri. Dalam skala nasional bahkan global, perempuan juga bisa menyebabkan keutuhan suatu negara atau sebaliknya.

 

Dalam kasus vaksin, peran perempuan sebagai influencer memang sangat dibutuhkan agar semakin banyak orang yang mau divaksin. Dengan begitu, herd immunity atau kekebalan kelompok di Indonesia bisa tercapai sehingga Covid-19 bisa segera dienyahkan dari Tanah Air.

 

Lantas, langkah apa saja yang bisa dilakukan perempuan untuk bisa menjadi influencer vaksin di tengah keluarga dan lingkungan? Beberapa tip ini bisa dicoba, ya.

1.    Jadikan diri sendiri sebagai contoh

Pepatah mengatakan, “Action speaks louder than words” atau aksi jauh lebih berarti ketimbang kata-kata. Kenyataannya, memang benar. Walaupun mulut Anda sudah berbusa-busa menceramahi orang untuk divaksinasi, tetapi jika Anda sendiri tidak mau, ya enggak akan banyak berpengaruh.

 

Oleh karena itu, mulailah dengan diri sendiri. Jika Anda sudah selesai divaksin, suami, anak, keluarga, teman, dan tetangga akan melihat sendiri bahwa Anda berani dan mau menjadi contoh. Dengan begitu, diharapkan tindakan ini akan diikuti orang-orang lainnya.

 

2.    Beri testimoni

Karena Anda sudah divaksinasi, jangan segan-segan memberikan testimoni atau berbagi pengalaman dengan lingkungan sekitar. Mulai dari tata cara pendaftaran vaksinasi, proses penyuntikan vaksin, hingga apa yang dirasakan setelah divaksinasi.

 

Ingat, masyarakat akan lebih percaya dengan testimoni orang terdekatnya ketimbang iklan-iklan di media. Jika Anda memberikan testimoni yang positif tentang vaksin, niscaya keraguan keluarga dan tetangga untuk turut divaksinasi akan memudar.

 

Apalagi, hingga kini masih banyak yang khawatir bahwa vaksin Covid-19 akan menyebabkan kematian. Dengan memberikan testimoni dan memperlihatkan bahwa diri Anda baik-baik saja, Anda akan mampu meyakinkan para kaum antivax ini untuk mau divaksinasi segera.

 

3.    Pilihlah kalimat yang logis dan mudah dipahami untuk melawan hoax

Untuk mempengaruhi orang lain, sebaiknya pilihlah kalimat yang mudah dipahami dan menyejukkan, bukan menakut-nakuti. Sebab, narasi yang beredar di antara kaum antivax seputar bahaya vaksin sudah sangat menyeramkan.

 

Ada yang bilang vaksin menyebabkan kelumpuhan hingga kematian. Ada yang bilang vaksin mengandung babi dan otomatis tidak halal. Ada yang bilang divaksin itu sama dengan dimasukkan chip untuk mengontrol manusia. Ada yang bilang vaksin bikin mandul. Dan masih banyak lagi kabar hoax lain seputar vaksin.

 

Jika Anda melawan hoax ini dengan kata-kata njelimet dan disampaikan dengan penuh emosi, orang-orang yang terperdaya hoax tersebut akan bingung dan mengalami disorientasi. Jadi, lebih baik kendalikan emosi Anda dan jelaskan hoax dengan kata-kata yang mudah dipahami.

 

Diharapkan jika mereka sudah mendapatkan penjelasan yang masuk di akal yang disampaikan dengan menyenangkan, mereka tidak akan khawatir lagi untuk segera divaksin.

 

4.    Ingatkan untuk terus menjaga protokol kesehatan

Vaksin itu bukanlah pelindung utama dari Covid-19. Vaksin ini bersifat sebagai pelindung ekstra. Yang utama dan harus dijaga adalah protokol kesehatan, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

 

Sebagai influencer di lingkungan terdekat, perempuan harus jeli memperhatikan kepatuhan keluarga dalam menjaga protokol kesehatan ini. Dimulai dari masker, misalnya. Setiap anggota keluarga yang akan keluar rumah wajib mengenakan masker.

 

Begitu juga dengan tindakan mencuci tangan. Siapapun yang baru memegang benda asing atau baru datang dari luar rumah, wajib mencuci tangannya dengan bersih menggunakan sabun.

 

Sedangkan untuk menjaga jarak, ini bisa juga diterapkan di lingkungan rumah, saat berbelanja di tukang sayur atau mengobrol di halaman rumah dengan tetangga.

 

Ingatkan selalu bahwa yang mampu melindungi kita semua dari Covid-19 adalah ketaatan terhadap protokol kesehatan, walaupun telah divaksin dosis lengkap.

 

Pentingnya protokol kesehatan dan vaksinasi Covid-19 juga terus didengungkan oleh para tokoh masyarakat, selebriti, maupun pejabat publik. Ketua DPR RI, Puan Maharani, misalnya. Ia terus mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan bergotong royong saling membantu sesama yang terdampak Covid-19.

 

Puan juga mengajak masyarakat untuk memberikan penghormatan tertinggi kepada para tenaga Kesehatan yang gugur akibat Covid-19 dengan bersama-sama menegakkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi.

 

Puan mengingatkan bahwa pandemi telah menyebabkan banyak kematian orang-orang di sekitar kita, termasuk keluarga. Kehilangan orang-orang terdekat ini, menurutnya juga harus menjadi pendorong untuk semakin disiplin menegakkan protokol kesehatan.

 

"Kehilangan orang-orang terdekat kita karena pandemi pun juga harus pendorong kita bersama agar tak lagi kehilangan, setidaknya mencegah orang lain merasakan duka yang kita rasakan lebih dulu, dengan semakin disiplin menegakkan prokes dan vaksinasi," ucapnya.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN MEWUJUDKAN KESETARAAN GENDER

Kemajuan sebuah peradaban dalam masyarakat sangat tergantung pada peran perempuan. Perempuan mengambil peran dalam berbagai bidang.…

BERITA DUNIA14 September 2021

7 TANTANGAN UMUM PEMIMPIN PEREMPUAN

Dunia profesional saat ini menjadi salah satu medan perjuangan bagi perempuan. Dalam perjuangannya, perempuan acap kali mengalami…

BERITA DUNIA25 August 2021

BEGINI ISTIMEWANYA “ITAEWON CLASS”, DRAKOR FAVORIT PUAN MAHARANI

Demam budaya Korea sedang melanda dunia. Selain K-pop yang diwakili BTS dan Blackpink, masyarakat di berbagai negara juga jatuh cinta…

BERITA DUNIA07 October 2021