PEREMPUAN DAN ANCAMAN HOAX

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA12 August 2021

Perempuan dan Ancaman Hoax

Image hanya ilustrasi

 

Di masa lalu, penyebaran berita terjadi melalui media dan kabar dari mulut ke mulut. Jika sebuah kabar yang tak diketahui kebenarannya tersebar, adalah tugas media untuk mencari kebenaran dan mengklarifikasinya. Itu pun dibutuhkan waktu yang cukup lama, setelah beberapa hari, minggu, bulan, bahkan tahun.

 

Kini, seiring berkembangnya dunia digital, kabar berita pun lebih mudah tersebar. Media bukan menjadi satu-satunya alat untuk mendapatkan kabar dan berita terbaru. Kini, masyarakat lebih banyak menggunakan media sosial sebagai alat untuk mendapatkan berita terkini.

 

Penggunaan media sosial ini tak hanya berkembang pesat di perkotaan, tetapi juga di pedesaan. Sepanjang ada koneksi internet, tak ada halangan untuk mendapatkan kabar tentang apapun, di mana pun.

 

Hal ini pun memberikan berbagai dampak. Salah satunya adalah tersebarnya kabar palsu atau hoax secara masif.

 

Hoax yang tersebar pun tidak main-main. Mulai dari yang ringan dan tampak sepele hingga yang berbahaya dan mengancam jiwa, maupun keutuhan bangsa.

 

Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, berbagai hoax pun bermunculan. Ini menyebabkan angka positif Covid-19 di Indonesia sulit turun karena banyak masyarakat yang tidak percaya pada Covid. Mereka lebih percaya pada hoax yang menyebutkan bahwa Covid tidak ada, Covid hanyalah konspirasi elit global, dan sebagainya.

 

Program vaksinasi Covid-19 juga terhambat karena banyak masyarakat yang termakan hoax seputar bahaya Covid. Padahal, vaksinasi bertujuan untuk membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok sehingga Indonesia bisa bebas dari Covid.

 

Selain itu, banyak juga hoax yang mampu memecah belah keutuhan bangsa dan kebinekaan yang selama ini terjalin dengan baik di Indonesia. Sungguh disayangkan jika ada orang yang percaya dan rela menyebarluaskan hoax jahat semacam ini.

 

Peran perempuan dalam penyebaran kabar, baik itu hoax maupun kabar yang benar, amatlah penting. Pasalnya, perempuan memiliki pengaruh kuat dalam keluarga, entitas terkecil dalam sebuah masyarakat. Jika seorang ibu gemar menyebarkan berita hoax, bisa jadi anak-anaknya pun akan ikut terpengaruh.

 

Hal yang sama juga akan terjadi sebaliknya. Jika seorang ibu mampu membedakan berita hoax dan yang bukan hoax, ia akan mampu membentuk logika berpikir yang baik pada anak-anaknya.

 

Untuk itu, ada beberapa hal yang sebaiknya dilakukan perempuan dalam menangkal hoax.

 

1.      Berpikir Sebelum Berbagi Berita

Jika mendapatkan sebuah berita dari seseorang melalui media sosial, baik itu Whatsapp Group, Facebook, Instagram, dan lainnya, jangan langsung percaya. Baca baik-baik dan tanyakan pertanyaan ini kepada diri Anda:

        • Apakah berita itu benar?
        • Apakah berita itu bermanfaat untuk orang lain?
        • Apakah berita itu perlu untuk dibagikan?
        • Apakah berita itu akan mampu menginspirasi orang lain?

Jika jawabannya tidak, lebih baik jangan sebarkan berita tersebut. Cukuplah kabar yang belum tentu benar itu sampai di diri Anda. Tidak perlu disebarkan lagi ke orang lain.

 

2.      Cek Fakta

Upaya untuk mengecek fakta di balik kabar yang Anda dapatkan sebenarnya amatlah mudah. Tinggal ketikkan di situs pencari beberapa keywords atau kata kunci dari penggalan berita yang Anda dapatkan. Voila! Niscaya beberapa berita, link, atau kabar akan mengonfirmasi apakah berita itu hoax atau bukan.

 

Lalu, bagaimana jika hasil pencarian justru menunjukkan berbagai hasil. Ada yang menyebut berita yang Anda dapatkan sebagai hoax, ada yang bilang itu benar. Bingung kan?

 

Nah, untuk itu, cermati situs yang Anda baca. Perhatikan alamat situs tersebut. Dalam situs Kementerian Komunikasi dan Informatika disebutkan, menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita.

 

Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai.

 

Lalu perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Jika dari sumber yang tidak jelas asal-usulnya, sebaiknya jangan langsung percaya, ya.

 

3.      Jangan Mudah Terprovokasi

Berita hoax umumnya menggunakan judul dan kalimat-kalimat yang provokatif serta mampu menggugah emosi pembacanya. Selain itu, berita hoax juga kerap menampilkan foto-foto yang mendukung tujuan penulisnya, yakni menghasut masyarakat yang membaca berita tersebut.

Untuk itu, jangan mudah terprovokasi jika menerima berita lewat media sosial. Sebab, di balik judul, kalimat, dan foto yang provokatif, umumnya tersimpan agenda tertentu yang merugikan masyarakat jika mempercayainya.

Kontrol emosi dan logika Anda. Baca dengan seksama, cek fakta, dan berpikir jernih. Jika memang berita itu ternyata bukan hoax, barulah Anda bisa mengirimnya kepada keluarga atau kerabat.

 

Baca juga : Perempuan Lebih Kuata Menghadapi Pandemi?

 

Kabar hoax tak hanya merugikan masyarakat umum, tetapi juga pemerintah, tokoh masyarakat, dan pejabat. Ketua DPR RI, Puan Maharani misalnya. Ia sudah tak asing lagi dengan terpaan hoax dan kabar bohong yang kerap merugikan dirinya.

 

Tahun lalu Puan sempat diterpa hoax yang menyebutkan ia meminta mata pelajaran agama Islam dihapus. Tentu saja kabar ini menghebohkan masyarakat. Padahal setelah ditelusuri, asal muasal berita itu tidak jelas. Puan pun tidak pernah sekali pun memberikan keterangan seperti itu.

 

Sebaliknya, Puan justru mendorong hadirnya berita yang benar dan jujur, terutama di tengah pandemi seperti sekarang.

 

Salah satunya adalah penyesuaian kebijakan yang kerap dilakukan pemerintah terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ia meminta pemerintah harus mendapat dukungan atau sebisanya mencegah terjadinya penurunan kepercayaan masyarakat.

 

"Bangun kepercayaan masyarakat mulai dari prosesnya, sampai masyarakat akhirnya merasakan langsung dampak positif dari kebijakan tersebut,” ujar Puan.

 

Jadi, bijaksanalah dalam menerima, membaca, dan menyebarkan berita, ya. Jangan sampai ketidaktahuan dan ketidakpedulian Anda turut menyebarkan hoax ke masyarakat luas.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ALA KARTINI

RA Kartini adalah salah satu pahlawan perempuan yang paling luar biasa jasanya bagi perempuan Indonesia. Kartini dihargai atas perannya…

BERITA DUNIA23 September 2021

5 PEREMPUAN INDONESIA DALAM KANCAH DUNIA

Banyak perempuan Indonesia yang sangat berprestasi dan mendapatkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri. Perempuan memang…

BERITA DUNIA29 July 2021

PERGERAKAN PEREMPUAN INDONESIA DARI MASA KE MASA

Perempuan Indonesia selalu ikut berpartisipasi dalam perjuangan memajukan bangsa dari masa ke masa. Pergerakan perempuan lahir dari…

BERITA DUNIA24 August 2021