PERAN PEREMPUAN SEBAGAI PENJAGA KEBERAGAMAN

Oleh Maulita Iqtianty

BERITA DUNIA01 July 2021

Perempuan dalam Keberagaman

Perempuan dalam Keberagaman. (Gambar hanya ilustrasi)

Beberapa dari kita mungkin pernah mendengar adanya stereotip yang ditentukan berdasarkan suku, agama, atau ras tertentu. Mulai dari yang positif, seperti, "Oh dia suku A, ya? Pantes pinter dagang!", sampai yang mendiskreditkan seperti, "Aduh, jangan menikah sama orang dari daerah B, deh malas biasanya tuh!".

 

Gemas nggak, dengarnya? Padahal, ini semua kan tergantung pribadi masing-masing.

 

Hal-hal seperti ini, kalau hanya sekadar menjadi bahan pembicaraan saja mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau sampai membawa perpecahan dalam masyarakat, kan, bahaya. Tentu kita semua pernah mendengar adanya konflik antarsuku di Nusa Tenggara Timur atau di Papua beberapa waktu lalu yang dipicu oleh perbedaan suku. Tidak bisa dipungkiri, informasi-informasi semacam ini menjadi semacam warisan yang diberikan secara turun temurun.

 

Apa kaitannya dengan judul artikel, perempuan sebagai penjaga keberagaman?

 

Ada sebuah kalimat yang mengatakan bahwa perempuan adalah sekolah pertama seorang manusia. Artinya, perempuan merupakan manusia pertama yang dikenal oleh seorang anak. Bahkan sebelum ia lahir, seorang anak sudah mempelajari detak jantung, cara bernafas, bergerak, karena ia berada dalam tubuh ibunya. Ketika lahir, ia belajar tersenyum, menyentuh, menyusu, dan seterusnya, juga dari ibu.

 

Kepribadian dan karakter anak dibentuk oleh orang-orang yang dekat dengan mereka dan pengaruh dari lingkungan tempat ia dibesarkan. Oleh karena itu, ibu memiliki peran yang sangat penting di sini.

 

Usia dini merupakan usia yang bisa dibilang sebagai usia yang sangat kritis dalam pembentukan karakter seseorang. Rentang usia antara 0-6 tahun, otak anak berkembang sangat cepat hingga 80 persen.

 

Pada usia ini peran ibu sangat diperlukan guna untuk memberikan pendidikan karakter yang baik bagi diri anak tersebut. Ibu akan menanamkan nilai-nilai moral, akhlak, agama, dan lain sebagainya.

 

Hal ini sejalan dengan penyampaian Puan Maharani, Ketua DPR RI pada pertemuan virtual Anggota Parlemen Perempuan Indonesia – Afghanistan, yang berjudul “Empowering Women and Supporting Peace Process” pada Kamis (24/6/2021). "Perempuan dapat berperan dalam perdamaian dengan menyebarkan nilai damai dan toleransi di masyarakat. Hal ini dapat dilakukan perempuan dengan memulai pendidikan keluarga di rumah untuk mengajarkan nilai damai dan toleransi sejak anak-anak," kata Puan, seperti dilansir dari Tribunnews.com 

 

Baca jugaPotensi Perempuan sebagai Penggerak Ekonomi Keluarga

 

Di Indonesia sendiri, kita boleh optimis. Di tengah gempuran isu radikal dan intoleransi, ternyata sebanyak 69,83 persen mahasiswa Indonesia memiliki sikap toleransi beragama yang tinggi, 20 persen tergolong memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap pemeluk agama lain. Sisanya sebanyak 30,16 persen mahasiswa Indonesia memiliki sikap toleransi beragama yang rendah atau sangat rendah. Penelitian ini dilakukan oleh PPIM UIN, seperti dilansir artikel di Media Indonesia.

 

Di artikel yang lain dari teras.id, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Wahid Foundation, disebutkan perempuan Indonesia lebih toleran dan memberikan kebebasan beragama jika dibandingkan dengan laki-laki. Terdapat 80% perempuan tidak bersedia radikal dan bersedia untuk toleran. 

 

Berdasarkan data di atas, Indonesia punya harapan. Peran perempuan sangat besar terhadap karakter anak sebagai masa depan bangsa. Apa yang mereka percaya dan tanamkan pada anak-anaknya, akan memengaruhi masa depan bangsa Indonesia.

 

Perjuangan kita memupuk keberagaman memang masih panjang. Tapi jika kita mulai dari sekarang, tentunya Indonesia boleh berharap akan masa depan bangsa yang lebih cerah.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PENTINGNYA ASI BAGI MASA DEPAN BANGSA

Bicara soal perempuan, tentu tak bisa dilepaskan dari perannya sebagai seorang ibu. Bicara peran perempuan sebagai seorang ibu, maka…

BERITA DUNIA15 September 2021

PERNIKAHAN DINI DAN MASA DEPAN PEREMPUAN

Selama beberapa tahun belakangan ini, pernikahan di usia muda menjadi tren tersendiri, terutama setelah para pelakunya berkampanye…

BERITA DUNIA28 August 2021

PEREMPUAN, INFLUENCER VAKSIN SEJATI

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar tentang I Gede Aryastina atau Jerinx yang akhirnya divaksinasi Covid-19. Kabar ini menggegerkan…

BERITA DUNIA19 August 2021