PENTINGNYA ASI BAGI MASA DEPAN BANGSA

Oleh Maulita Iqtianty

BERITA DUNIA15 September 2021

Foto-Artikel-Pentingnya-ASI-Bagi-Masa-Depan-Bangsa

Source: shutterstock.com

Bicara soal perempuan, tentu tak bisa dilepaskan dari perannya sebagai seorang ibu. Bicara peran perempuan sebagai seorang ibu, maka erat kaitannya dengan pemberian ASI alias menyusui.

 

Sejak dahulu kala, ASI sudah diketahui memiliki banyak manfaat baik dari sisi kesehatan hingga sisi ekonomi.

 

Dari sisi kesehatan, ASI eksklusif sangat direkomendasikan oleh WHO. ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada 6 bulan pertama kehidupan tanpa disertai makanan atau minuman lainnya. ASI yang masuk ke dalam tubuh bayi akan mendukung tumbuh kembangnya selama 6 bulan pertama kehidupan dan selanjutnya.

 

Selain itu, WHO menyatakan bahwa pada pemberian ASI kontak kulit-ke-kulit bersamaan dengan pengisapan payudara akan menstimulasi produksi ASI, termasuk kolostrum. Kolostrum ini disebut sebagai “vaksin pertama” bayi, yang sangat kaya nutrisi dan antibodi yang dapat mencegah berbagai penyakit.

 

Dari sisi ekonomi, ASI ternyata memegang andil dalam memutus rantai kemiskinan. Hal ini karena pemberian ASI tidak membutuhkan biaya. ASI merupakan ‘paket lengkap’ yang ada dalam tubuh ibu sejak ia hamil. Dengan tidak adanya beban tambahan pada anggaran rumah tangga, pemberian ASI merupakan cara yang terjangkau agar bayi mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan serta membantu mengurangi angka kemiskinan.

 

Lalu, cukupkah pemberian ASI saja selama 6 bulan pertama kehidupan seorang bayi? Mungkin masih banyak ibu yang khawatir akan kecukupan gizi dari pemberian ASI atau sekadar ‘termakan’ iklan dan informasi yang simpang siur.

 

Mengutip dari Alodokter mengenai kandungan ASI, ASI merupakan cairan ajaib karena karakteristik cairan ini dapat berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan bayi. Kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi pada usia kehamilan normal (cukup bulan) akan berbeda dengan kandungan ASI pada ibu yang melahirkan bayi prematur. Seiring waktu, kandungan ASI juga berubah sesuai pertambahan usia bayi. Nutrisinya akan disesuaikan dengan kebutuhan bayi pada tiap tahap tumbuh kembangnya.

 

Kandungan ASI yang dikeluarkan di awal setiap sesi menyusui, kaya akan air dan laktosa. Sedangkan di akhir sesi menyusui, kandungan ASI akan didominasi oleh kalori dan lemak.

 

ASI juga mengandung sel darah putih, dan zat yang membentuk kekebalan tubuh bayi seperti imunoglobulin dan lysozim, dengan komposisi yang dapat berubah sesuai usia dan kebutuhan bayi.

 

Berikut beberapa komponen yang terdapat dalam kandungan ASI adalah:

      Karbohidrat
Karbohidrat dalam ASI berupa laktosa yang membantu mengurangi kadar bakteri buruk pada perut. Nutrisi ini juga membantu penyerapan magnesium, fosfor, dan kalsium.

 

      Protein
Protein pada ASI umumnya terdiri dari protein whey sebanyak 60 persen dan kasein 40persen. Kedua kadar tersebut perlu diseimbangkan agar dapat lebih mudah diserap tubuh dan memiliki efek perlindungan terhadap infeksi. Sedangkan protein dalam susu formula lebih banyak mengandung kasein, sehingga lebih susah dicerna. Secara spesifik, protein di dalam ASI terdiri dari:

      IgA, IgG, dan IgM sekretorik
Ketiganya merupakan jenis antibodi yang berperan melindungi tubuh dari bakteri dan virus, serta mencegah alergi.

      Lysozim
Lysozim berperan sebagai enzim yang melindungi tubuh dari bakteri buruk Salmonella dan Coli.

      Laktoferin
Laktoferin berperan menghambat perkembangan bakteri yang bergantung pada zat besi di saluran pencernaan.

      Faktor bifidus
Berperan mendukung perkembangan laktobasilus yang melindungi tubuh dari bakteri berbahaya.

 

      Lemak
Lemak adalah bahan yang penting untuk mendukung proses penyerapan vitamin tertentu, dan sumber utama kalori. Lemak juga yang berperan mendukung perkembangan otak, sistem saraf, serta retina.

      Vitamin
Vitamin yang terkandung dalam ASI di antaranya A, D, E, K, C, niasin, dan riboflavin yang penting untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi.

      Mineral
Ada beragam mineral yang terkandung di dalam ASI, seperti zat besi, zinc, kalsium, natrium, magnesium, selenium, dan klorida. Mineral ini memiliki peran penting dalam menunjang tumbuh kembang bayi, memperkuat tulang, otot, dan sarafnya, serta membantu penyerapan nutrisi.

 

Baca juga: Tips Mengurangi Beban Ibu Selama Anak Sekolah Online

 

Lebih jauh lagi, Jusuf Kalla mengaitkan pemberian ASI dengan stunting dan masa depan bangsa. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang ditandai tinggi badan anak lebih rendah dari standar usianya dan keterlambatan pertumbuhan otak. Kondisi ini diakibatkan kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama sebagai dampak dari pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. “Kalau yang lahir hari ini tidak diberikan gizi yang baik, baik ibu dan anaknya, tidak diberikan ASI Eksklusif maka 20 atau 30 tahun yang akan datang, generasi kita (Indonesia) menjadi generasi yang stunting (kerdil). Berbicara masalah stunting, kita sedang membicarakan bangsa ini ke depan'', katanya seperti dikutip dari artikel dari situs Kemkes.

 

Melihat padatnya gizi yang terkandung pada ASI dan manfaatnya bagi kesehatan bayi, pemberian ASI semakin digalakkan di Indonesia. Mulai dari Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan menjamin pemenuhan hak bayi dalam pasal 128 hingga diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 33 tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif dikeluarkan untuk mendukung ibu menyusui.

 

Sebelumnya, pemberian ASI eksklusif sangat membutuhkan perjuangan dari seorang perempuan. Hal ini dikarenakan masih minimnya fasilitas serta dukungan dari lingkungan bagi ibu menyusui.

 

Salah satu yang merasakan ‘perjuangan’ ini adalah Puan Maharani. "Pada 18 tahun lalu, saya juga seperti ibu lain, saya menyusui. Mungkin agak kuno, karena saya masih pakai kain batik," ucapnya. "Memang ribet, tapi enggak tahu, bisa aja.", ujarnya seperti dikutip dari Tempo.

 

Demi memberikan ASI eksklusif untuk anak-anaknya, Puan mengaku rela tidak keluar rumah selama empat bulan penuh. "Kalaupun keluar, ya paling ada urusan imunisasi atau urusan lain yang berhubungan dengan anak," ujarnya. Setelah empat bulan berlalu dan akhirnya bisa keluar rumah, Puan sering kali kaget. “Pas keluar, saya bilang sama suami saya, ‘Wah, ramai ya di luar’.”

 

Meski begitu, Puan bangga bisa memberikan ASI eksklusif kepada anak-anaknya. "Wanita harus bangga karena hanya seorang ibu yang bisa memberikan ASI," tuturnya. ASI juga menjadi satu pengikat yang spesial bagi ibu dan anak.

 

Ia pun menambahkan bahwa wanita karier yang sedang menyusui saat ini patut bersyukur karena memberikan ASI eksklusif untuk anak selama enam bulan bukan lagi pekerjaan sulit. "Sekarang udah ada alat perah. ASI juga bisa disimpan," katanya. Ia juga meminta setiap instansi dan perusahaan mendukung gerakan pemberian ASI eksklusif dengan menyediakan ruang khusus menyusui.

 

Dari penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa pemberian ASI tak hanya proses pemberian makanan dari ibu ke anak atau momen bonding antara mereka, tapi pemberian ASI lebih dari itu, bahkan berpengaruh pada masa depan bangsa.

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ALA KARTINI

RA Kartini adalah salah satu pahlawan perempuan yang paling luar biasa jasanya bagi perempuan Indonesia. Kartini dihargai atas perannya…

BERITA DUNIA23 September 2021

PEREMPUAN DAN ANCAMAN HOAX

  Di masa lalu, penyebaran berita terjadi melalui media dan kabar dari mulut ke mulut. Jika sebuah kabar yang tak diketahui kebenarannya…

BERITA DUNIA12 August 2021

PENTINGNYA PERENCANAAN KEUANGAN UNTUK PEREMPUAN

Pengetahuan seputar perencanaan keuangan sebaiknya dimiliki oleh perempuan yang pada umumnya bertindak sebagai manajer keuangan dalam…

BERITA DUNIA21 September 2021