PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ALA KARTINI

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA23 September 2021

Foto Artikel Pemberdayaan Perempuan ala Kartini

Source: shutterstock.com

RA Kartini adalah salah satu pahlawan perempuan yang paling luar biasa jasanya bagi perempuan Indonesia. Kartini dihargai atas perannya sebagai pionir perjuangan hak-hak perempuan Indonesia. Dari perjalanan hidup Kartini, kita bisa belajar banyak tentang pemberdayaan perempuan.

Menjadi perempuan yang berdaya sangat penting bagi diri kita sendiri dan juga bagi lingkungan di sekitar. Perempuan umumnya memiliki peran ganda, di dalam keluarga dan masyarakat. Salah satu pemimpin perempuan di Indonesia, Puan Maharani, ikut menyebutkan bahwa, “Saat ini, perempuan telah banyak aktif dan mengambil peran strategis dalam setiap kegiatan pembangunan di segala bidang. Mulai dari ekonomi, sosial, lingkungan hidup, olahraga, ilmu pengetahuan, riset, dan lainnya,” ujarnya seperti yang dilansir dari industry.co.id.

Puan juga ikut mendorong agar perempuan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya demi menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, mari kita belajar memberdayakan diri sendiri dan lingkungan, melalui kisah hidup RA Kartini.

Sebagai anak dari seorang bupati yang cukup progresif dan berasal dari keturunan ningrat, Kartini sangat beruntung bisa dapat kesempatan mengenyam bangku pendidikan. Pada saat itu, umumnya hanya orang Belanda atau Eropa lah yang bisa bersekolah. Namun, Kartini bisa mendapatkan pendidikan di Sekolah Bahasa Belanda.

Kesempatan tersebut mengantarkan Kartini pada dunia yang baru. Dengan bekal bahasa belanda, ia dapat melahap berbagai sumber literatur dari negara barat. Ia membaca berbagai buku, serta mampu mengembangkan pikirannya. Ia sering kali berbagi pendapat bersama dengan teman-temannya juga saudara-saudaranya.

Ketika Kartini dipingit di usia 12 tahun, Kartini tidak dapat melanjutkan sekolah formal. Tetapi, ia terus aktif belajar secara mandiri dan belajar beropini atas berbagai situasi sosial yang ia hadapi. Kartini juga terus berkorespondensi serta bertukar pikiran dengan teman-temannya.

Kartini bukan hanya menunggu kesempatan diberikan. Ia bahkan menjemput kesempatan lebih besar dengan cara membuat iklan di jurnal feminis bernama The Dutch Lily yang menyebutkan Kartini sedang mencari sahabat pena. Melalui iklan tersebut, Kartini memiliki sahabat pena untuk membicarakan tentang isu poligami, hubungan antara suami-istri, status perempuan, edukasi, kolonialisme, dan lain sebagainya. Kartini juga mulai banyak menulis karya di beberapa jurnal.

Sadar akan privilesenya dalam menyenyam pendidikan, Kartini sangat memperhatikan dan berbicara tentang hak perempuan mendapatkan pendidikan. Ia dan saudara kandung perempuannya, Kardinah dan Roekmini, akhirnya mulai membangun sekolah. Sekolah itu mereka buka untuk rakyat kecil, terutama perempuan, di Pendopo Kabupaten Jepara. Pelajaran yang mereka berikan untuk murid di sekolah itu cukup beragam, seperti menulis, membaca, membatik, dan keterampilan lainnya.

Tidak berapa lama setelah Kartini menikah, ia mengandung seorang anak. Sayangnya, umur Kartini tidak panjang. Ia meninggal dunia beberapa hari setelah melahirkan anak pertamanya.

 

Baca juga : Manfaat Membaca Buku Bagi Perempuan

 

Setelah kematian Kartini, tulisan-tulisan korespondensi Kartini dibukukan menjadi buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Buku ini kemudian menjadi salah satu buku yang paling terkenal tentang emansipasi perempuan di Indonesia. Surat-surat Kartini dalam buku tersebut menceritakan posisi perempuan di keluarga, tradisi, dan tantangan yang dimiliki perempuan.

Melalui perjalanan hidup Kartini, kita sebagai perempuan masa kini bisa mengambil beberapa poin pembelajaran yang sangat penting hingga saat ini.

Pertama, Kartini selalu haus akan ilmu pengetahuan. Sifat ini sangat penting untuk dimiliki perempuan, sebagai dasar atas berbagai perjuangan. Pendidikan adalah salah satu investasi terbaik untuk memperbaiki kondisi diri sendiri dan masyarakat.

Kedua, Kartini juga berani mengemukakan pendapatnya, meskipun pada masa itu perempuan belum banyak bisa tampil di depan. Ia juga tidak merasa rendah diri dengan statusnya sebagai pribumi. Bahkan ia berani menentang sistem yang tidak menguntungkan bagi perempuan pada masa itu. Hal ini sangat penting, bahwa sebagai perempuan kita harus berani memiliki dan mengutarakan pendapat.

Ketiga, Kartini bisa membangun hubungan yang baik dan bekerja sama dengan perempuan lainnya. Hal ini bisa kita lihat bahwa Kartini memiliki beberapa sahabat pena jangka panjang ketika bertukar pikiran. Melalui kisah ini, perempuan masa kini perlu bisa membangun kerjasama yang baik dengan sesama perempuan dan juga masyarakat pada umumnya.

Dengan kata lain, Kartini mampu menggunakan privilese atau kesempatan yang ia miliki, bukan cuma untuk dirinya sendiri tetapi juga buat orang-orang di sekitarnya. Hal ini merupakan sebuah ciri khas yang biasanya dimiliki oleh pemimpin perempuan. Pemimpin perempuan mampu melihat lingkungan yang lebih luas, serta memiliki empati tinggi terhadap orang-orang sekelilingnya.

Bertahun-tahun setelah Kartini meninggal, jasanya terus menjadi inspirasi bagi perempuan di seluruh Indonesia. Hal ini bisa terjadi karena Kartini menuliskan pemikiran yang ia miliki. Oleh karena itu, generasi selanjutnya dapat membaca dan belajar dari tulisan yang ia tulis. Artinya, sangat penting bagi perempuan untuk bisa menuliskan pemikirannya. Melalui tulisan pemikiran kita bisa membuat banyak perempuan lainnya merasa berdaya.

Perempuan bisa berpartisipasi aktif mengambil peran dalam masyarakat. Perempuan juga bisa saling bekerja sama dan berkomunitas, sehingga tujuan yang ingin dicapai lebih cepat terwujud.

Seperti yang Puan Maharani bilang saat perayaan Hari Kartini bulan April lalu, "Seperti cerita Kartini dan para pahlawan di masa lalu, telah menginspirasi kita di masa kini. Maka sekarang saatnya kalian dan kita semua membuat cerita-cerita baru yang akan menginspirasi generasi masa depan untuk menghadirkan kemajuan Indonesia," kata Puan dalam pidato pembukaan Talkshow peringatan Hari Kartini bertajuk "Perspektif Generasi Milenial Tentang Kartini" yang dilansir dari kompas.com.

Mari berjuang membuat diri kita sendiri dan perempuan lainnya berdaya atas hidupnya. Lalu berkarya sebanyak-banyaknya untuk kemajuan bangsa.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

TIPS MENYEIMBANGKAN KARIER DAN KELUARGA BAGI PEREMPUAN

  Saat ini, perempuan bekerja bukanlah sesuatu yang asing lagi. Bahkan, banyak temuan yang menyebut bahwa perempuan lebih mudah…

BERITA DUNIA23 July 2021

IBU, SUMBER INSPIRASIKU

Dulu waktu masih duduk di bangku sekolah, saat menyebut idola, biasanya banyak anak-anak yang menyebut ibu. Ya, kalau dipikir-pikir,…

BERITA DUNIA01 September 2021

DAMPAK PANDEMI PADA PEREMPUAN

  Walaupun pandemi tidak mengenal gender, namun perlu diakui dampaknya sangat besar bagi kamu perempuan dan perempuan pun memiliki…

BERITA DUNIA11 June 2021