PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN NASIHAT PUAN MAHARANI

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA04 October 2021

Pembelajaran Tatap Muka dan Nasihat Puan Maharani

Source: shutterstock.com

Selama lebih dari setahun, pandemi Covid-19 menyebabkan para siswa dan mahasiswa terpaksa belajar dari rumah secara daring. Banyak hal yang dikeluhkan oleh para siswa, guru, dan orang tua. Salah satunya adalah kurang maksimalnya penyerapan materi oleh siswa sehingga membuat mereka tertinggal dalam bidang akademis.

Selain itu, akses internet yang belum merata di Indonesia juga menyebabkan timpangnya proses pembelajaran secara daring itu. Di kota-kota besar mungkin sekolah daring bisa terlaksana dengan baik. Namun di wilayah terpencil, sekolah daring kerap sulit terlaksana karena tiadanya jaringan internet.

Hal lain yang juga sering dikeluhkan orang tua adalah beban menjadi guru cadangan yang kini ditanggung mereka, terutama para ibu. Tentu saja ini sangat sulit mengingat tak semua orang bisa bertugas menjadi guru terutama jika mereka tidak memiliki background dan pengalaman di dunia pendidikan.

Untuk itu, pemerintah memutuskan untuk membuka kembali sekolah dengan menggelar pembelajaran tatap muka (PTM). Rencana pembukaan sekolah ini sudah dirancang sejak jauh-jauh hari dengan ditandatanganinya Surat Keputusan Bersama 4 Menteri. Namun, pelaksanaannya dilakukan bertahap dan terbatas karena naik turunnya jumlah kasus Covid-19 di berbagai wilayah.

Dilansir dari cnnindonesia.com, saat ini, pemerintah telah mengizinkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di wilayah PPKM Level 1-3 seiring membaiknya situasi pandemi. Meski begitu, pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan penerapan protokol kesehatan demi menjamin keselamatan seluruh insan pendidikan.

Sayangnya, pembukaan sekolah di beberapa wilayah, termasuk di DKI Jakarta, justru menimbulkan beberapa klaster penularan Covid-19. Banyak siswa dan guru yang terpapar Covid-19 saat mengikuti pembelajaran tatap muka terbatas di sekolah.

Ini tentu menciptakan dilema bagi orang tua. Jika anak terus sekolah di rumah, kemampuan akademis mereka akan stagnan dan tidak meningkat. Sebab, sekolah online tidak maksimal dalam mentransfer ilmu dari guru ke siswa. Namun di sisi lain, jika anak pergi belajar di sekolah, risiko terpapar Covid-19 masih ada dan bukan hanya isapan jempol belaka.

Melihat hal itu, Ketua DPR RI Puan Maharani pun memberikan sejumlah nasihat dan masukan untuk meredakan kegelisahan masyarakat sekaligus memperbaiki kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi. Apalagi sebagai seorang ibu dan orang tua, Puan paham betul kegelisahan kaum ibu dalam memberikan izin bagi anak-anaknya untuk mengikuti pembelajaran tatap muka. Berikut nasihat Puan:

 

1.   Sekolah dan siswa wajib mempraktikkan protokol kesehatan

Dilansir dari liputan6.com, Puan mengatakan, temuan banyaknya siswa sekolah yang terpapar Covid-19 saat pembelajaran tatap muka terbatas, menujukkan mereka masih belum siap menjalankan protokol kesehatan.

"Ternyata dari data yang ada di sekolah SD banyak murid yang terpapar. Artinya belum siap bagaimana menjaga protokol kesehatan," kata Puan.

 

2.   Vaksin untuk guru dan siswa

Puan juga meminta sebelum pembelajaran tatap muka terbatas dimulai, sekolah memastikan tak hanya guru yang telah mendapatkan vaksin Covid-19 melainkan juga para siswa.

"Karena tatap muka anak-anak sekolah sudah melaksanakan vaksin dua kali baru bisa masuk ke sekolah," kata dia.

 

3.   Siswa harus langsung pulang setelah sekolah usai

Pembelajaran tatap muka terbatas sebenarnya sudah mengatur dengan ketat perihal interaksi antara sesama siswa. Waktu sekolah sangat terbatas, kemudian jumlah siswa yang masuk sekolah juga dibatasi, hanya 50% dari total keseluruhan siswa.

Namun, yang kerap terjadi adalah para siswa ini berkumpul atau nongkrong setelah sekolah usai. Puan pun meminta agar sekolah mengawasi para siswa agar penularan Covid-19 bisa ditekan seminimal mungkin.

"Selalu mengingatkan siswa agar tidak berkerumun dan pastikan mereka untuk langsung pulang ke rumah setelah PTM selesai," jelasnya seperti dilansir galamedia.

 

4.   Sekolah yang dibuka hanya di zona hijau

Puan mengingatkan bahwa pembukaan sekolah hanya dapat dilakukan di wilayah zona hijau Covid-19.

"Zona hijau bisa dibuka PTM bertahap namun tentu saja melihat kondisi dan situasi yang ada. Jangan sampai kemudian terjadi peningkatan atau penambahan orang yang terpapar," kata Puan.

 

5.    Jika belum siap, sekolah jangan buru-buru gelar tatap muka

Puan mengingatkan agar sekolah tidak memaksakan diri untuk menggelar pembelajaran tatap muka jika belum memenuhi kriteria untuk melindungi siswa dan lingkungan sekolah dari risiko penularan Covid-19.

"Keselamatan siswa, guru, dan lingkungan sekolah adalah hal yang pertama dan utama. Jadi sekolah yang belum memenuhi syarat jangan mencuri start PTM karena hanya akan membahayakan keselamatan siswa," kata Puan seperti dilansir inews.id.

 

6.   Kendalikan mobilitas masyarakat

Puan mengingatkan potensi naiknya mobilitas warga pada liburan akhir tahun. Apalagi diketahui, pusat-pusat keramaian seperti mal sudah diizinkan untuk dibuka dengan jam operasional seperti biasa. Menurut Puan, hal itu juga berpengaruh pada peningkatan kasus Covid-19 yang kemudian berdampak pada penularan di sekolah.

"Apalagi ya itu DKI menjelang Natal dan tahun baru biasanya banyak kegiatan walaupun situasi Covid ini tidak mungkin kita lakukan kegiatan saat normal. Nah ini yang harus tentu dijaga," kata Politikus PDIP ini.

 

***

 

Demikian nasihat Puan Maharani dalam kapasitasnya sebagai Ketua DPR RI dan seorang ibu. Semoga membantu meredakan kegelisahan kita semua, sekaligus menjadi masukan bagi semua pihak untuk tidak pernah lengah dengan bahaya Covid-19 yang terus mengintai. 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN DAN KEBERAGAMAN

Perempuan mengambil peran besar dalam menjaga perdamaian dalam keragaman bangsa Indonesia. Kita mungkin sering sekali mendengar bahwa…

BERITA DUNIA08 July 2021

MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep yang sudah berlangsung ratusan tahun di Indonesia. Konsep ini dapat dirunut sejak masa Dinasti…

BERITA DUNIA20 August 2021

PERGERAKAN PEREMPUAN INDONESIA DARI MASA KE MASA

Perempuan Indonesia selalu ikut berpartisipasi dalam perjuangan memajukan bangsa dari masa ke masa. Pergerakan perempuan lahir dari…

BERITA DUNIA24 August 2021