MAKNA BHINNEKA TUNGGAL IKA

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA20 August 2021

Image Makna Bhinneka Tunggal Ika

Gambar hanya ilustrasi

Konsep Bhinneka Tunggal Ika adalah konsep yang sudah berlangsung ratusan tahun di Indonesia. Konsep ini dapat dirunut sejak masa Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 dan 9. Pada masa itu, masyarakat Hindu dan Buddha dapat hidup berdampingan dalam damai. Bukti kedamaian antara perbedaan agama tersebut masih dapat kita lihat saat ini pada candi Borobudur (Buddha) yang berada sangat dekat dengan candi Prambanan (Prambanan).

 

Dua ratus tahun kemudian pada abad ke-10, seorang raja dari Kerajaan Sailendra di Jawa Timur bernama Prabu Airlangga, menggunakan konsep yang sama. Ia menyatukan dua agama besar pada masa itu dengan prinsip kesatuan. Prinsip itu tercatat dalam kakawin (puisi jawa kuno) yang ditulis oleh Mpu (pujangga) Kanwa, berjudul Arjuna Wiwaha (pernikahan Arjuna).

 

Prinsip persatuan dari perbedaan tersebut kembali tercatat berabad-abad kemudian dalam kakawin Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular.  Pada abad ke-14 inilah istilah Bhinneka Tunggal Ika pertama kali tercatat dan digunakan oleh masyarakat pada itu. Prinsip kebinekaan itu juga lah yang memberikan pondasi penting dalam perkembangan Kerajaan Majapahit terutama di masa maha patih Gajah Mada.

 

Kebinekaan sebagai jati diri bangsa

Prinsip kebinekaan adalah sebuah hasil dari proses panjang yang terjadi di Indonesia. Indonesia yang memiliki banyak suku, agama, budaya, dan lainnya. Masyarakat Indonesia telah terbiasa berdamai dengan mencapai harmoni dalam berbagai perbedaan tersebut.

 

Nusantara yang berada pada lokasi strategis merupakan pusat pelayaran dan perdagangan internasional sejak zaman perunggu. Banyak pedagang-pedagang dari Arab, Cina, India, dan lain sebagainya yang datang ke Indonesia. Para pelayar dan pedagang itu pun membawa atau menyebarkan berbagai agama dan budaya yang dimilikinya.

 

Namun, perbedaan agama dan budaya antara masyarakat Indonesia dengan para pendatang tersebut, dapat diterima dengan baik oleh bangsa Indonesia. Bahkan, banyak para peneliti sejarah dunia yang menyebut hal ini sebagai local genius. Artinya, masyarakat Indonesia digambarkan sebagai bangsa yang tidak hanya menerima budaya dari luar tetapi juga mampu melahirkan sebuah pembauran dan akulturasi.

 

Bagi masyarakat nusantara, perbedaan-perbedaan yang ada dapat dirayakan dengan prinsip-prinsip kebinekaan. Prinsip kebinekaan juga bisa membuat masyarakat untuk #BersamaSelaraskanNegeri. Pentingnya menjunjung dan mempertahankan kebudayaan Indonesia telah sering disampaikan oleh salah satu tokoh perempuan di Indonesia, Puan Maharani. Ia menekankan semangat pelestarian budaya sebagai sebuah kekayaan yang tak ternilai harganya, seperti dilansir dalam kumparan.com. 

 

Hingga saat ini, kita masih dapat melihat berbagai hasil akulturasi budaya pada masa lampau. Di Indonesia, kita sering melihat seseorang yang beragama tertentu, tetap melaksanakan budaya yang lahir dari masa kepercayaan animisme. Misalnya dalam prosesi Bajijak Tanah di Kalimatan dan Tedhak Siten di Jawa Tengah, yaitu prosesi yang merayakan saat pertama kali seorang anak belajar menginjakkan kaki ke tanah dan menyentuh air sungai.

 

Masyarakat yang merayakan prosesi adat tersebut mungkin beragama tertentu yang tentunya agama tersebut memiliki norma tertentu. Tetapi, mereka tetap merayakan tradisi yang berakar dari kepercayaan animisme. Bentuk-bentuk perayaan budaya ini merupakan contoh akulturasi budaya masa lampau dengan masa kini. Contoh tersebut mencerminkan bangsa Indonesia mampu membuat perbedaan menjadi sebuah kekuatan.

 

Bhinneka Tunggal Ika di masa kemerdekaan

Dalam kehidupan bernegara, kebinekaan dibakukan oleh pemerintah Indonesia. Di masa kemerdekaan, kata-kata Mpu Tantular tentang Bhinneka Tunggal Ika memberikan inspirasi kepada Muhammad Yamin. Muhammad Yamin pada saat itu merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan bangsa. Ia pun mengusulkan agar Bhinneka Tunggal Ika dapat digunakan sebagai semboyan bangsa.

 

Akhirnya, para perumus kemerdekaan Indonesia meresmikan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa, yang tercatat dalam UUD 1945 pasal 36A. Seiring berjalannya waktu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika juga diresmikan oleh MPR RI pada tahun 2012 sebagai salah satu dari empat pilar kebangsaan. Empat pilar tersebut adalah pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

 

Bhinneka Tunggal Ika di masa kini

Di masa kini, konsep Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya membangun toleransi antar agama seperti pada masa kerajaan di Indonesia. Kebinekaan juga berarti toleransi atas perbedaan fisik, kultur, bahasa, sosial, politik, ideologi, dan bahkan psikososial. Kebinekaan adalah sumber kekuatan yang menyatukan perbedaan-perbedaan tersebut.

 

Bagaimana perempuan menjaga kebinekaan bangsa?

Perempuan memiliki peran penting dalam merawat keberagaman dan kebinekaan. Perempuan adalah salah satu tokoh kunci yang dapat mengajarkan dan menjaga prinsip kebinekaan tersebut setidaknya di dalam keluarga. Keluarga merupakan unit terkecil dari sebuah komunitas, yang sangat penting bagi sebuah bangsa.

 

Di rumah, prinsip Bhinneka Tunggal Ika bukan hanya sebagai slogan. Perempuan dapat menjaga dan mengembangkan prinsip kebinekaan tersebut. Perbedaan yang ada di antara anggota keluarga, bukanlah menjadi penghalang untuk menciptakan keharmonisan dalam rumah tangga. Semboyan ini dapat merepresentasikan pengalaman sosial yang bisa dilatih dan dikembangkan oleh perempuan dalam keluarganya.

 

Baca juga : Bahasa Indonesia Pemersatu Kebinekaan Bangsa

 

Dalam tingkat nasional, makna kebinekaan ini juga disuarakan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani. Seperti yang dikutip dari detik.com, Puan mengatakan, "Memperkuat budaya inklusif, toleran, dan berbineka tunggal ika merupakan syarat yang diperlukan dalam membangun Indonesia yang penuh keberagaman.”. Peran Puan yang telah malang melintang di dunia politik juga memberikan contoh peran perempuan dalam melestarikan kebinekaan serta membangun bangsa. #BersamaSelaraskanNegeri

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

DUO SRIKANDI INDONESIA PERAIH MEDALI EMAS DI LAGA OLIMPIADE 2020

Gempita Olimpiade Tokyo 2020 masih hangat terasa. Kebanggaan dan nasionalisme kembali membuncah di dada saat menyaksikan lagu Indonesia…

BERITA DUNIA10 August 2021

ASPEK PENTING DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Perempuan adalah penggerak bangsa. Sebagai bagian penting bagi pembangunan bangsa, perempuan telah mengambil berbagai peran di berbagai…

BERITA DUNIA22 September 2021

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN ALA KARTINI

RA Kartini adalah salah satu pahlawan perempuan yang paling luar biasa jasanya bagi perempuan Indonesia. Kartini dihargai atas perannya…

BERITA DUNIA23 September 2021