DUO SRIKANDI INDONESIA PERAIH MEDALI EMAS DI LAGA OLIMPIADE 2020

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA10 August 2021

Duo Srikandi Indonesia Peraih Medali Emas di Laga Olimpiade 2020

Image hanya ilustrasi

Gempita Olimpiade Tokyo 2020 masih hangat terasa. Kebanggaan dan nasionalisme kembali membuncah di dada saat menyaksikan lagu Indonesia Raya dikumandangkan di laga olahraga tingkat dunia nan bergengsi tersebut.

 

Salah satu hal yang membanggakan bagi kaum perempuan adalah, 12 dari 28 atlet Indonesia yang bertanding adalah perempuan dari berbagai usia dan cabang olahraga. Mulai dari yang berusia belasan tahun, hingga senior di usia 30-an.

 

Sosok peraih medali emas dari cabang olahraga bulutangkis ganda putri, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, menjadi sorotan. Mereka berdua sukses mengukir sejarah dengan mempersembahkan emas pertama dari cabang bulutangkis untuk ganda putri bagi Indonesia.

 

Bulutangkis dan Indonesia memang tak bisa dipisahkan. Sejak kesuksesan peraih medali emas pertama di Olimpiade tahun 1992, yang juga seorang perempuan, Susi Susanti, medali emas seperti tradisi bagi Indonesia.

 

Baik Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, keduanya pantas dijadikan inspirasi.

 

Dari Greysia Polii kita bisa belajar mengenai jangan takut bermimpi.

 

Di usianya yang ke-33 tahun ini, Greys merupakan salah satu atlet senior yang berlaga di Olimpiade Tokyo 2020. Berbagai gelar juara sudah ia kantongi, mulai dari Piala Uber, All England, hingga yang terbaru, dan mengukir sejarah baru bagi dunia bulutangkis Indonesia, membawa medali emas untuk kelas ganda putri di Olimpiade Tokto 2020.Tapi membawa pulang medali emas dari cabang olahraga bulutangkis, rupanya sudah menjadi impian Greys sejak kecil.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by USS Feed (@ussfeeds)

 

Greys berkenalan dengan bulutangkis dari sang kayak. Sejak usia 6 tahun ia sudah bergabung di sebuah klub bulutangkis di Jakarta. Di usianya yang ke-14, pelatih menyadari bahwa karakter bermain Greys cocok untuk kelas ganda. Akhirnya , Greys pun menjadi pemain bulutangkis ganda berganti-ganti pasangan.

 

Sejak saat itulah prestasinya melambung, sampai sandungan demi sandungan yang ia alami nyaris membuatnya gantung raket.  Diawali ketika bersama pasangannya Meiliana Jauhari didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 bersama dengan pasangan China dan Korea karena diduga melakukan pengaturan permainan.

 

Lalu pasangannya di Rio 2016, Nitya Krishinda Maheswari, operasi bahu, serta yang terakhir, kehilangan saudara laki-lakinya di akhir tahun 2020 lalu ibarat melemparkan Greys ke keterpurukan.

 

Namun, beruntung niat Greys untuk pensiun bisa diurungkan. Ia dipertemukan dengan juniornya, Apriyani Rahayu, yang juga memiliki semangat juang tak kalah tinggi.

 

Ya, dibandingkan Greys yang sudah malang melintang di dunia bulutangkis sejak awal 2000-an, Apri terhitung ‘anak baru’. Namun semua itu ditepis dengan semangat juang Apri yang perlu diakui sangat tinggi, tercermin dari aksinya di lapangan.

 

Sosok Apri menjadi sangat menginspirasi jika kita melihat latar belakangnya. Apri yang berasal dari Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, hanyalah seorang anak petani. Raket pertamanya adalah sebatang kayu yang dibuat sedemikian rupa menjadi seperti raket oleh ayahnya. Bahkan, ketika menginjakkan kaki pertama kali ke Pelatnas, ia hanya mengantongi uang Rp200.000 sebagai bekalnya.

 

Tiada usaha yang mengkhianati hasil adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan Apri dan menjadi inspirasi bagi kita semua.

 

Baca juga : 3 Wanita Hebat dan Berpengaruh di Indonesia

 

Banyak yang mengatakan saat melihat keduanya beraksi di lapangan, aura positif, kerja sama yang baik, dan saling mendukung sangat tercermin di setiap aksi mereka. Tak heran banyak pihak yang bangga dengan penampilan mereka berdua, apalagi persembahan medali emas yang seperti menjadi pemuas dahaga di tengah kondisi Indonesia yang sedang berduka.

 

Salah satu pihak yang bangga adalah Puan Maharani selaku Ketua DPR. Sebagai mantan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) di kabinet 2014-2019, Puan tahu bagaimana perjuangan atlet Indonesia untuk mencapai ke level internasional.

 

Dalam kesempatan yang sama, Puan juga mengomentari atlet angkat besi perempuan yang mempersembahkan medali pertama buat Indonesia, Windy Cantika Aisah. "Saya terharu sekaligus bangga medali pertama kita dipersembahkan seorang perempuan kuat Indonesia dalam arti sebenarnya," kata Puan seperti dilansir dari detiksport.

 

Beliau juga menambahkan, "Kita tahu prestasi gemilang Windy hari ini juga berkat seorang perempuan kuat di belakangnya, yakni sang ibunda," sambung Puan tentang Siti Aisah, ibunda Windy yang juga mantan atlet angkat besi dan kini melatih banyak lifter termasuk putrinya.

 

Dari Greys, Apri, dan Windy, serta banyak lagi atlet perempuan Indonesia yang berprestasi, kita belajar banyak. Bermimpi, memiliki semangat juang, dan memberikan semangat serta bimbingan untuk anak, dapat menjadikan perempuan Indonesia lebih kuat dan berdaya.

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

3 WANITA HEBAT DAN BERPENGARUH DI INDONESIA

Menjadi seorang wanita hebat Indonesia yang menduduki peran penting dalam sebuah negara bukanlah sesuatu yang mudah. Anda harus memiliki…

BERITA DUNIA02 July 2021

DUO SRIKANDI INDONESIA PERAIH MEDALI EMAS DI LAGA OLIMPIADE 2020

Gempita Olimpiade Tokyo 2020 masih hangat terasa. Kebanggaan dan nasionalisme kembali membuncah di dada saat menyaksikan lagu Indonesia…

BERITA DUNIA10 August 2021

CARA MENGATASI BURNOUT DALAM KARIR PEREMPUAN

Perempuan adalah ahli dari berbagai keahlian. Perempuan adalah pengasuh, edukator, koki, akuntan, dan sebagainya, yang bahkan di luar…

BERITA DUNIA16 July 2021