CITA-CITA BELUM TERCAPAI? JANGAN MENYERAH DULU!

Oleh Indira Suwarno

BERITA DUNIA16 August 2021

Cita-cita Belum Tercapai? Jangan Menyerah Dulu!

Gambar hanya ilustrasi.

Banyak perempuan yang merasa hidupnya selesai saat menikah dan menjadi ibu. Bahkan, tak sedikit yang merasa kehilangan identitas dirinya sebagai seorang pribadi. Sebab, ia kini lebih dikenal sebagai istri sang suami, atau ibu dari anak-anaknya. Bukan lagi sebagai seorang perempuan mandiri.

 

Padahal, menikah dan berkeluarga bukan berarti Anda harus kehilangan identitas dan cita-cita lama yang belum tercapai, lho. Banyak sekali cara untuk bisa mewujudkan impian dan cita-cita Anda meski situasi dan kondisi kini telah berubah.

 

Berikut ini ada beberapa kiat yang bisa dicoba untuk membantu Anda mempersiapkan diri untuk meraih cita-cita masa lalu di masa mendatang. Yuk kita lihat!

1.    Mulailah dengan kesehatan

Yang utama, prioritaskan kesehatan. Jangan sampai punya cita-cita segunung tapi malah sakit-sakitan karena malas berolahraga dan makan makanan sehat. Nanti, bagaimana mau mewujudkan cita-citanya, dong?

 

Untuk menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan aktivitas sederhana seperti jalan kaki sambil mengasuh anak atau menuju tempat kerja. Kontrol asupan makanan dengan mengkonsumsi lebih banyak sayuran dan buah ketimbang makanan bergula dan berminyak.

 

2.    Jangan gampang iri dengan kesuksesan orang lain

Ini banyak dirasakan kaum perempuan, terutama yang memutuskan untuk berhenti bekerja dan menjadi ibu rumah tangga. Melihat teman-teman kantor dulu naik jabatan, jadi wanita karier yang sukses, dan tiap hari berdandan cantik memang bikin minder, ya. Apalagi jika lantas Anda membandingkan dengan diri sendiri yang tiap hari berkutat dengan urusan domestik dan pencapaian terbesar adalah menyuapi anak makan sampai habis.

 

Atau, jika Anda tetap berkarier, ada perasaan iri saat melihat teman-teman yang traveling tiap minggu untuk tugas kantor dan naik jabatan lebih cepat. Sementara Anda, jangankan tugas luar kota atau negeri. Sehari-hari saja Anda harus pulang sesegera mungkin setelah jam kantor karena ada anak menunggu di rumah.

 

Tenang, jangan minder dulu. Anggap saja saat ini adalah momen yang tepat bagi Anda untuk mengambil napas sejenak dari pekerjaan dan fokus pada keluarga. Kelak, saat anak-anak mulai beranjak besar, Anda juga bisa kok kembali ke kesibukan dengan full speed. Mungkin saat ini memang belum saatnya saja.

 

3.    Catat cita-cita dan keinginan yang belum tercapai

Apakah Anda ingin melanjutkan kuliah? Atau ingin naik jabatan ke level Direktur? Atau ingin memulai bisnis sendiri?

 

Supaya cita-cita dan keinginan itu tidak terlupakan begitu saja, coba deh dicatat baik-baik. Bisa di buku diary, atau bisa juga diabadikan di blog pribadi. Dengan begitu, jika mulai merasa terjebak pada aktivitas harian, Anda bisa membaca ulang catatan cita-cita itu untuk menyegarkan ingatan sekaligus mengembalikan semangat untuk mewujudkan cita-cita lama.

 

Yah, mungkin tidak terwujud dalam 1-2 tahun. Bisa saja baru terwujud setelah 10 tahun bahkan 20 tahun dari sekarang. Namun, tidak ada salahnya mencoba, kan?

 

Apalagi banyak pakar yang mengatakan bahwa menuliskan cita-cita akan membantu untuk menciptakan visi dalam otak mengenai apa yang ingin Anda lakukan di masa depan.

 

4.    Prioritaskan kesehatan mental

Seperti pada poin 1, kesehatan itu penting. Tak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental. Oleh karena itu, kelola rasa stres Anda dengan berbagai cara. Apalagi, para perempuan yang biasanya mengurus diri sendiri saat lajang akan mengalami perubahan drastis saat menikah dan berkeluarga. Perubahan ini kadang memancing stres berkepanjangan.

 

Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengatasi stres. Salah satunya dengan berolahraga. Atau, jika Anda rindu pada kehidupan di luar keluarga, hubungilah sahabat-sahabat terdekat dan berkomunikasilah dengan mereka secara rutin.

 

Manusia sebagai makhluk sosial sangat membutuhkan hubungan dengan sesama manusia lainnya. Komunikasi melalui chatting, telepon, media sosial atau bertemu fisik dengan orang-orang terdekat akan membantu Anda mengurangi beban stres yang menumpuk akibat aktivitas sehari-hari.

 

5.    Pelajari hal-hal baru

Banyak perempuan yang memilih menunda cita-citanya saat berkeluarga, namun malah menemukan cita-cita baru yang lebih sesuai dengan minatnya. Sebab, saat rehat sejenak dari dunia karier dan sekolah, mereka mempelajari berbagai skill dan hal baru yang di kemudian hari, menjadi jembatan untuk mewujudkan cita-cita baru mereka ini.

 

Ada yang belajar masak setelah berkeluarga dan sukses berbisnis kuliner hingga mancanegara. Ada pula yang belajar bursa saham dan meraup keuntungan sebagai pialang. Yang penting, lakukan semua dengan sungguh-sungguh.

 

Berbagai macam kesuksesan bisa Anda dapatkan dan pelajari jika cermat melihat peluang yang ada, lho.

 

Baca juga: Cara Mengatasi Burnout dalam Karir Perempuan

 

Hal itu juga bisa diterapkan dalam dunia politik, misalnya. Seperti yang dilakukan oleh Ketua DPR, Puan Maharani. Sebagai politisi dan pejabat negara, Puan sangat peduli terhadap kaum wanita. Sebab, perempuan adalah tulang punggung bangsa. Tanpa perempuan yang pintar dan berdaya, masa depan bangsa akan suram.

 

Oleh karena itu, ia pun sadar bahwa perjuangan dan cita-cita besar pahlawan wanita Indonesia, RA Kartini, bisa diterapkan untuk membangun cerita hidup baru berkualitas masa kini dan menjadi bekal di masa akan datang.

 

Diketahui, RA Kartini tidak pernah melupakan cita-citanya setelah menikah dan berkeluarga. Bahkan, meski sempat rehat sejenak setelah berkeluarga, ia terus bangkit untuk mewujudkan cita-citanya, yakni mengedukasi kaum perempuan.

 

Kisah perjuangan Kartini itu harusnya mampu menginspirasi perempuan Indonesia yang hidup di masa kini. Dari sisi perwujudan cita-cita maupun nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan.

 

Bagi Puan, mengikuti kisah Kartini adalah juga mengikuti kisah sejarah perempuan dalam kemerdekaan Indonesia. Ia pun mengingatkan bahwa kisah RA Kartini menunjukkan bahwa sejarah Indonesia banyak diwarnai cerita tentang perempuan. Bahkan lebih jauh lagi, Puan juga menuturkan bahwa melalui Kartini, rakyat Indonesia masa kini bisa merasakan cerita kegigihan banyak perempuan Indonesia yang berjuang untuk Indonesia.

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PUAN MAHARANI: ANTARA KERJA DAN KELUARGA

Sudah menjadi rahasia umum bahwa kaum perempuan adalah golongan yang andal dalam ber-multitasking ria. Dalam kehidupannya, seorang…

BERITA DUNIA06 October 2021

CARA MENGATASI BURNOUT DALAM KARIR PEREMPUAN

Perempuan adalah ahli dari berbagai keahlian. Perempuan adalah pengasuh, edukator, koki, akuntan, dan sebagainya, yang bahkan di luar…

BERITA DUNIA16 July 2021

PUAN MAHARANI DAN RAGAM BUSANA DAERAH DI INDONESIA

Sebagai negara kepulauan dengan beragam etnis dan suku, Indonesia memiliki banyak sekali kekayaan budaya. Tak hanya bahasa, adat istiadat,…

BERITA DUNIA05 October 2021