CARA MENGATASI BURNOUT DALAM KARIR PEREMPUAN

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA16 July 2021

Mengatasi Burnout dalam Karir Perempuan

Dalam berbagai fase dalam kehidupan dan karir perempuan, burnout bisa berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik.

Perempuan adalah ahli dari berbagai keahlian. Perempuan adalah pengasuh, edukator, koki, akuntan, dan sebagainya, yang bahkan di luar dari pekerjaannya secara profesional. Berbagai kesibukan, apalagi di tengah pandemi COVID19, menyebabkan banyak perempuan yang mengalami tingkat stress tinggi atau burnout.

Dalam berbagai fase dalam kehidupan dan karir perempuan, burnout bisa berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik.

 

Apa itu burnout?

Istilah burnout pertama kali dipopulerkan pada tahun 1977, oleh Herbert Freudenberger. Saat itu, ia mendefinisikan burnout sebagai kehilangan motivasi bekerja yang menyebabkan target pekerjaan tidak tercapai. Kini, burnout didefinisikan sebagai kelelahan fisik, emosi, dan mental yang biasanya diakibatkan stress yang berulang.

Apabila kamu merasa kelelahan, mulai tidak menyukai pekerjaan, atau merasa tidak produktif di pekerjaan, kamu sudah menunjukkan gejala burnout.

 

Apa saja gejala burnout?

Gejala burnout bisa terkena ke fisik maupun mental. Gejala fisik yang bisa kamu rasakan antara lain:

-          Kelelahan

-          Sakit kepala

-          Perubahan masalah pencernaan

-          Sulit tidur

-          Napas pendek

Selain gejala fisik, burnout juga bisa memiliki gejala mental dan perubahan perilaku, seperti:

-          Mudah marah, sakit hati, dan frustasi

-          Kreativitas berkurang

-          Mudah sinis terhadap rekan kerja atau kondisi pekerjaan

 

Ada beberapa tips yang bisa kamu gunakan untuk menghindari dan mengatasi burnout. Simak tips-tips berikut ini:

1.    Belajar mengatakan “tidak”

Mengatakan “tidak” sangat penting untuk membangun batasan yang sehat. Mengatakan “tidak” juga memberikan kita kesempatan untuk memilih pekerjaan yang penting. Kamu juga dapat menghemat waktu dan energi untuk diri kamu sendiri.

Belajar mengatakan tidak akan sangat bermanfaat bagi karir perempuan dalam jangka panjang. Kamu bisa mengatakan tidak pada hal-hal yang tidak penting dalam pekerjaan. Tolak aktivitas sosial yang mengganggu waktu istirahat. Tolak juga waktu lembur panjang yang akan membuat kamu kelelahan.

 

2.    Tinggalkan pekerjaan di ‘kantor’

Di masa pandemi saat ini, mungkin agak sulit untuk memisahkan pekerjaan kantor dan rumah. Hal itulah yang membuat banyak perempuan berkarir mengalami burnout di masa pandemi. Untuk mengatasi hal tersebut, kamu bisa mengatasinya dengan menetapkan jumlah waktu bekerja. Setelah waktu bekerja selesai, kamu perlu disiplin untuk tidak lagi mengerjakan pekerjaan kantor.

Nikmati waktu bersama keluarga, bersantai atau berkumpul dengan keluarga atau teman. Di akhir pekan, sebisa mungkin tidak mengerjakan pekerjaan kantor. Gunakan waktu tersebut untuk menjalankan hobi dan beristirahat.

Salah satu contoh hobi yang banyak digemari saat pandemi COVID adalah berkebun di rumah. Hobi ini juga disukai putri Taufik Kiemas, Puan Maharani, di tengah kesibukannya di DPR. Seperti yang dilansir liputan6.com, Puan ikut menggemari hobi berkebun sayur dan buah di halaman rumahnya. Kamu juga bisa mencoba hobi berkebun untuk mengurangi stress dari pekerjaan kantor.

 

3.    Kurangi waktu di internet

Di waktu istirahat, kita perlu mengurangi waktu menggunakan sosial media yang tidak intensional. Penggunaan sosial media yang berlebihan bisa meningkatkan kecemasan, tingkat stress, dan perasaan tidak percaya diri. Sebagai perempuan yang berdaya, kita perlu membuat keputusan jumlah maksimal waktu penggunaan sosial media dan disiplin terhadap batasan tersebut. Hal ini sangat penting untuk menghindari kelelahan fisik dan mental.

 

4.    Pastikan tidur yang cukup

Tidur yang cukup dan berkualitas umumnya sekitar 6-8 jam. Tidur yang cukup sangat membantu kita istirahat dan mengatasi burnout. Dalam bukunya yang berjudul Why We Sleep, Matthew Walker seorang profesor neurosains dan psikologi dari UC Berkeley, menjabarkan dengan jelas bahwa tidur adalah aspek yang sangat penting bagi kehidupan kita.

Tidur dapat membuat kita lebih fungsional. Kemampuan belajar, mengingat, dan membuat keputusan logis juga dapat meningkat, bila kita mendapat tidur yang cukup. Bahkan, tidur yang berkualitas juga membuat emosi lebih baik, imunitas meningkat, dan lainnya.

Kamu bisa membuat jadwal tidur setiap harinya. Pastikan 10 menit sebelum waktu tidur, kamu mengondisikan ruangan dengan mematikan lampu atau menggunakan lampu tidur. Hindari penggunaan telepon genggam, menonton tv, atau menggunakan gadget lainnya sebelum tidur. Apabila kamu bisa mendapatkan tidur yang kualitas, burnout akan terhindarkan.

 

5.    Jaga kesehatan fisik

Kesehatan fisik perlu dijaga dengan melakukan olahraga rutin. Kalau kamu suka olahraga lari, pergi lari. Ketika burnout, seringkali gejala mental dan emosional yang membuat orang sulit tidur. Olahraga rutin dapat membantu kamu merasa lebih lelah secara fisik, sehingga lebih mudah mendapat tidur berkualitas.

Selain olahraga, minum air putih yang cukup juga bisa membuat badan lebih sehat. Setiap harinya, kita harus minum air putih minimal 2 liter. Agar lebih semangat minum air putih, kamu bisa membuat pengingat dengan aplikasi khusus di handphone. Kamu juga bisa menyediakan botol minum besar dan meletakkannya di meja kerja, sehingga tidak perlu bolak balik mengambil air minum.

 

6.    Bangun dukungan sosial

Dukungan sosial dari pertemanan dan dukungan keluarga sangat penting. Sebagai perempuan yang memiliki karir profesional, sering kali kita harus memberikan konsentrasi besar pada pekerjaan. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk bisa memiliki dukungan sosial dari lingkaran terdekatnya.

Perempuan yang mampu membangun hubungan sosial yang baik. Hubungan yang lebih kuat bisa dibangun dengan cara komunikasi yang baik.

Kamu juga bisa mendelegasikan pekerjaan rumah kepada pasangan, anggota keluarga lainnya, atau pun asisten. Salah satu tokoh perempuan di Indonesia, Puan Maharani, juga menekankan pentingnya mendelegasikan pekerjaan rumah. Puan mengatakan, “Biasanya kan yang bantu anak mengerjakan PR sekolah atau tugas-tugas lain itu ibu. Padahal ibu juga masih ada yang harus bekerja meskipun work from home. Berbagi tugas supaya orang tua tidak burnout, karena kan mengasuh anak butuh kesabaran ekstra”, seperti dilansir dalam liputan6.com.

Jika memungkinkan, cari bantuan asisten rumah tangga untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau pengasuh anak untuk membantu mengurus anak di rumah.

 

7.    Bangun kesadaran terhadap diri

Ada beberapa teknik untuk bisa membangun kesadaran diri yang lebih baik. Bantuan professional seperti terapi atau konseling juga dapat membantu kamu.

Apabila kita telah terbiasa mendengarkan kebutuhan tubuh atau perasaan, kita bisa mendeteksi lebih dini gejala-gejala burnout. Lalu, bisa mengambil tindakan untuk dapat mengatasi burnout sebelum kondisinya semakin parah.

 

Perempuan bisa mengatasi dan menghindari burnout dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, sangat penting bagi perempuan untuk saling mendukung dan membantu satu sama lain. Perempuan Indonesia, perempuan yang berdaya.

 

 

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

MENELADANI SOSOK FATMAWATI DI MOMEN KEMERDEKAAN INDONESIA

Bulan Agustus bisa dibilang merupakan bulan bersejarah bagi Indonesia. Hal ini tak lain karena di bulan inilah Indonesia merayakan…

BERITA DUNIA16 August 2021

PEREMPUAN, INFLUENCER VAKSIN SEJATI

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar tentang I Gede Aryastina atau Jerinx yang akhirnya divaksinasi Covid-19. Kabar ini menggegerkan…

BERITA DUNIA19 August 2021

BEGINI ISTIMEWANYA “ITAEWON CLASS”, DRAKOR FAVORIT PUAN MAHARANI

Demam budaya Korea sedang melanda dunia. Selain K-pop yang diwakili BTS dan Blackpink, masyarakat di berbagai negara juga jatuh cinta…

BERITA DUNIA07 October 2021