BAHASA INDONESIA PEMERSATU KEBINEKAAN BANGSA

Oleh Adya Kananga

BERITA DUNIA13 August 2021

Bahasa Indonesia Pemersatu Kebinekaan Bangsa

Image hanya ilustrasi

 

Bahasa Indonesia adalah jati diri bangsa Indonesia yang memiliki berbagai keragaman budaya, agama, sosial, serta bahasa daerah. Indonesia memiliki lebih dari 652 bahasa daerah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Data tersebut merupakan hasil penelitian dan verifikasi yang dilakukan oleh Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 1991 hingga 2017.

 

Sebagian besar penduduk Indonesia dapat mengerti dan dapat menggunakan lebih dari satu bahasa. Bahkan, pada tahun 2018, Indonesia dinobatkan sebagai negara yang memiliki rasio tertinggi orang yang dapat menggunakan 3 bahasa (trilingual). Survey online yang dilaksanakan oleh Swiftkey tersebut juga menyebutkan bahwa kombinasi bahasa paling banyak digunakan oleh para trilingual adalah bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Jawa.

 

 

Baca juga : Duo Srikandi Indonesia Peraih Medali Emas di Laga Olimpiade 2020

 

Keragaman yang ada di Indonesia adalah kekuatan besar bangsa. Hal ini juga ditegaskan oleh perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI, Puan Maharani, dalam salah satu kunjungan kerja di Jakarta. "Keberagaman adalah taman sarinya Indonesia, kekuatan bangsa Indonesia, yang harus disyukuri dan dijaga," ujar Puan seperti yang dikutip dari jpnn.com.

 

Dengan banyaknya bahasa yang ada di Indonesia, bangsa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Bahasa adalah sebuah sistem komunikasi yang digunakan oleh komunitas atau negara tertentu. Bahasa juga merupakan bagian penting yang membentuk cara berpikir dan jati diri suatu bangsa.

 

Sejarah Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu yang sudah digunakan sejak berabad-abad lalu. Bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa penghubung dan bahasa perdagangan di nusantara. Di beberapa literatur serta pengembangan sastra dan kebudayaan, bahasa Melayu juga erat digunakan yang contohnya tertuang dalam sastra tulis Gurindam Dua Belas karya Raja Ali Haji.

 

Seiring berjalannya waktu, pada masa penjajahan Belanda, pemerintah Hindia Belanda sempat ingin menjadikan bahasa Belanda sebagai bahasa utama yang digunakan di nusantara. Namun, dalam kepengurusan pemerintah Belanda sendiri, ada yang juga golongan yang merasa bahasa Belanda terlalu ‘tinggi’ untuk digunakan oleh orang lokal.

 

Akhirnya, pemuda pemudi Indonesia mengambil kesempatan tersebut untuk mendeklarasikan bahasa Indonesia sebagai bahasa bangsa. Deklarasi tersebut disampaikan pada tahun 1928 saat kongres pemuda kedua yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Saat Sumpah Pemuda, para pemuda pemudi mendeklarasikan bahwa putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

 

Setelah deklarasi tersebut, bangsa Indonesia mendirikan Balai Pustaka tahun 1938 untuk mempromosikan literatur-literatur berbahasa Indonesia melalui buku dan tabloid. Ketika Indonesia merdeka pada tahun 1945, pemerintah Indonesia segera membakukan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dalam UUD 45 pasal 36.

 

Hingga saat ini, bahasa Indonesia telah berkembang melalui perubahan ejaan lama, pedoman penggunaan bahasa Indonesia, dan lain sebagainya. Bahasa Indonesia pun diwajibkan untuk dipakai sebagai bahasa utama yang digunakan dalam sekolah-sekolah.

 

Penggunaan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia telah digunakan sebagai bahasa utama yang digunakan dalam sekolah-sekolah dan literatur sekolah. Hal tersebut semakin menguatkan penggunaan bahasa Indonesia sebagai pengerat bangsa. Bangsa Indonesia yang berasal dari berbagai budaya dan bahasa, disatukan dengan bahasa Indonesia.

 

Hal ini tercermin misalnya di DKI Jakarta sebagai contoh khusus daerah yang mungkin paling banyak memiliki pendatang dari berbagai pelosok Indonesia. Sekitar 70% orang di Jakarta menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan dalam keseharian. Hal ini menunjukkan, Jakarta sebagai pusat keberagaman dapat disatukan melalui penggunaan bahasa Indonesia.

 

Di berbagai daerah pelosok atau di daerah perbatasan, bahasa Indonesia umumnya digunakan dalam situasi resmi atau saat berbicara dengan seseorang dari adat lain. Bahasa daerah tetap dilestarikan dan digunakan sehari-hari dalam lingkup keluarga dan kerabat erat. Namun, bahasa Indonesia sering digunakan untuk berkomunikasi dengan orang/keluarga atau adat lainnya. Penggunaan bahasa Indonesia tersebut membuat masyarakat di perbatasan memiliki persepsi positif karena mereka merasa setia, bangsa, dan sadar adanya norma bahasa Indonesia.

 

Perempuan dan Perkembangan Bahasa Indonesia

Perempuan memiliki peran besar dalam mempertahankan bahasa indonesia sebagai bahasa pemersatu bangsa dan jati diri bangsa. Perempuan Indonesia sangat berperan dalam mengembangkan bahasa Indonesia dalam bentuk sastra. Selasih, Hamidah, dan Sa’adah Alim misalnya yang ikut berperan melalui tulisan sebelum kemerdekaan.

 

Di masa berikutnya saat masa penjajahan Jepang, Maria Amin menuliskan gagasan-gagasannya atas kehidupan sosial politik, melalui sajak yang diterbitkan di majalah Poejangga Baroe. Hal ini merupakan bentuk peranan besar perempuan dalam perkembangan bahasa dan sastra tanah air.

 

Di masa kini, perempuan Indonesia banyak berprestasi dalam menjaga kebhinekaan Indonesia. Salah satu contohnya adalah Puan Maharani yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPR RI. Puan Maharani adalah contoh perempuan yang berdaya dan berprestasi menjaga keragaman bangsa. Dalam pidatonya yang dilansir di beritasatu.com, Puan menyatakan, “Kita harus ingat, persatuan adalah bagian dari bangsa kita, bagian dari jati diri kita. Ini semboyan Bineka Tunggal Ika. Banyak negara mengagumi konsep Indonesia sebagai konsep yang diperlukan di negara mereka masing-masing,”.

 

Contoh-contoh tersebut menunjukkan bahwa perempuan memegang peranan penting dalam pelestarian bahasa daerah serta bahasa Indonesia.

 

Bahasa Indonesia Pemersatu Bangsa

Indonesia memiliki berbagai bahasa dan bangsa Indonesia terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa. Kemampuan tersebut membuat bangsa Indonesia relatif sangat toleran dengan bahasa daerah lain atau dari negara lain. Hal ini menyebabkan bangsa Indonesia sangat toleran dengan keberagaman yang ada. Dalam hal ini, bahasa Indonesia memegang peranan penting dalam menjadi pemersatu kebhinekaan bangsa dan perempuan memiliki peran yang besar untuk menjaga hal tersebut. ‚Äč

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN, INFLUENCER VAKSIN SEJATI

Baru-baru ini, publik dikejutkan dengan kabar tentang I Gede Aryastina atau Jerinx yang akhirnya divaksinasi Covid-19. Kabar ini menggegerkan…

BERITA DUNIA19 August 2021

5 PEREMPUAN INDONESIA DALAM KANCAH DUNIA

Banyak perempuan Indonesia yang sangat berprestasi dan mendapatkan berbagai penghargaan di dalam maupun luar negeri. Perempuan memang…

BERITA DUNIA29 July 2021

TIPS MENYEIMBANGKAN KARIER DAN KELUARGA BAGI PEREMPUAN

  Saat ini, perempuan bekerja bukanlah sesuatu yang asing lagi. Bahkan, banyak temuan yang menyebut bahwa perempuan lebih mudah…

BERITA DUNIA23 July 2021