4 PEREMPUAN HEBAT DALAM BIDANG SOSIAL BUDAYA

Oleh Tim Perempuan Indonesia Satu

BERITA DUNIA02 July 2021

Image Perempuan Sosial Budaya

Gambar hanya ilustrasi.

Perjalanan perempuan untuk menjadi sosok yang hebat dan berpengaruh besar secara umum cukup panjang dan terjal. Hal ini tak lepas dari stigma sosial yang melekat pada mereka; bahwa perempuan tidak perlu bersekolah tinggi, mengaktualisasi diri, apalagi menjadi pemimpin. Kendati demikian, keempat perempuan berikut tak gentar dan terus berjuang mengutarakan pemikiran serta aksinya dalam bidang sosial dan budaya.

 

4 Perempuan Hebat dalam Bidang Sosial Budaya

Malala Yousafzai

Saat umurnya baru 12, Malala menjadi kontributor anonim untuk liputan tentang kelompok bersenjata Taliban di Swat Valley, distrik tempatnya tinggal, yang dibuat oleh jurnalis BBC Urdu. Tulisan-tulisannya seputar larangan Taliban yang tidak memperbolehkan anak perempuan bersekolah berhasil membuatnya jadi sorotan Pakistan juga dunia.

Dua tahun kemudian, Malala menjadi salah satu calon penerima International Children’s Peace Prize lalu mendapat penghargaan National Peace Award for Youth dari pemerintah Pakistan. Prestasi ini lantas memicu Taliban melakukan percobaan pembunuhan terhadapnya pada 9 Oktober 2012. Untungnya, Malala dapat terselamatkan meski sempat koma selama 10 hari. Selepas itu, Malala melanjutkan perjuangannya sebagai aktivis pendidikan dari Britania Raya.

Di tahun 2014, Malala mendirikan organisasi Malala Fund untuk membiayai sekolah anak-anak perempuan di beberapa negara. Gerakan tersebut kelak menjadikannya sebagai penerima Nobel Peace Prize termuda yang pernah ada. Malala baru saja lulus dari Oxford University pada tahun 2020, dan ia semakin gencar untuk menyekolahkan anak-anak perempuan di seluruh dunia.

 

Greta Thunbeg

Di usia 11 tahun, Greta Thunberg alami depresi berat setelah tahu bahwa tidak ada pemimpin negara yang betul-betul mempedulikan soal perubahan iklim Bumi. Selepas empat tahun berjuang dengan Asperger’s syndrome, OCD, juga selective mutism, Greta akhirnya melakukan aksi protes pertamanya di depan sekolah seorang diri.

Gerakan Mogok Sekolah Demi Iklim-nya itu menarik perhatian banyak media, lokal dan internasional, kemudian memantik lebih dari 20.000 pelajar lain dari 270 kota di dunia untuk melakukan aksi yang sama setelah ia mengampanyekan aksinya lewat akun Twitter dan Instagramnya.

Kepedulian tinggi Greta pada iklim Bumi sampai membuatnya “cuti sekolah” demi menghadiri konferensi PBB juga rapat-rapat penting di Eropa dan Amerika, sekaligus mengajak lebih banyak orang-orang berpengaruh untuk bergerak bersamanya. Untuk pergi dari satu kota ke kota lain pun, Greta berlayar menggunakan kapal pesiar berpanel surya. Sebab, terbang dengan pesawat sama saja mengotori iklim.

Kepedulian tinggi Greta pada iklim Bumi sampai membuatnya “cuti sekolah” demi menghadiri konferensi PBB juga rapat-rapat penting di Eropa dan Amerika, sekaligus mengajak lebih banyak orang-orang berpengaruh untuk bergerak bersamanya. Untuk pergi dari satu kota ke kota lain pun, Greta berlayar menggunakan kapal pesiar berpanel surya. Sebab, terbang dengan pesawat sama saja mengotori iklim. 

 

Baca Juga: Tokoh Perempuan Inspiratif 2021

 

Happy Salma

Nama Happy Salma mungkin tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya, wanita berusia 41 tahun ini sudah aktif di layar kaca sebagai pemain sinetron dan FTV sejak tahun 1998. Namun, barangkali hanya segelintir yang tahu bahwa Happy Salma adalah seorang seniman lintas bidang sekaligus pencinta sastra.

Ya, selain bermain sinetron, FTV, dan film, Happy juga menulis buku berupa kumpulan cerpen, antologi cerita pendek, novel kolaborasi, sampai buku biografi. Tak hanya itu, Happy pun menggeluti dunia teater sejak tahun 2007; mulai dari posisi pemeran, produser, sampai sutradara. Di tahun 2013, Happy menyutradari film pertamanya, Rectroverso, yang merupakan adaptasi dari novel dengan judul sama dari penulis perempuan Indonesia, Dee Lestari, bersama 4 aktris perempuan lainnya.

Kecintaan Happy pada dunia teater dan sastra tak cuma terlihat dari partisipasinya di lapangan. Sebab, wanita hebat Indonesia ini sampai mendirikan Yayasan Seni dan Budaya Titimangsa untuk memproduksi pertunjukan-pertunjukan teater berskala besar. Belakangan pun, Happy membangun bisnis perhiasan, Tulola, yang terinspirasi dari budaya-budaya Indonesia.

 

Puan Maharani

Puan Maharani bukanlah nama baru dalam kancah politik Indonesia. Besar dalam keluarga petinggi negara di masa lalu membuat perempuan berusia 47 tahun ini sudah memulai langkah kepemimpinannya sejak usia muda.

Berangkat dari posisi anggota DPP KNPI Bidang Luar Negeri di tahun 2006, Puan melanjutkan fokus perhatiannya pada bidang pemberdayaan perempuan dan masyarakat selama 3 tahun. Selanjutnya, ia merangkap sebagai anggota DPR RI Komisi VI bidang BUMN, Perdagangan, Perindustrian, Investasi, Koperasi, UKM, dan Standardisasi Nasional sekaligus anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI.

Puan kemudian melebarkan sayapnya ke bidang internasional lewat posisinya sebagai Ketua DPP PDIP Bidang Politik dan Hubunugan Antar Lembaga serta anggota DPR RI Komisi I Bidang Pertahanan, Intelijen, Hubungan Luar Negeri, Komunikasi dan Informasi. Pada masa ini, Puan juga aktif menjadi delegasi Indonesia untuk konferensi-konferensi tingkat internasional terkait hubungan internasional juga seni dan budaya.

Tak mengherankan bila pada kabinet pertama Jokowi, Puan diangkat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia. Berbagai terobosannya selama menduduki posisi ini pun membuat Puan memperoleh sejumlah penghargaan dari berbagai pihak. Gelar tertinggi dan paling terbaru yang diterimanya adalah Honoris Causa dari Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, S.H., M.Hum atas kontribusi besarnya pada hubungan baik antarnegara dan bidang sosial budaya.

Saat ini, Puan menduduki jabatan Ketua DPR RI. Ia adalah perempuan pertama di Indonesia yang pernah ada di posisi tersebut.

 

Baca Juga: Perempuan di Kala Pandemi

 

Itu dia ulasan tentang 4 perempuan hebat di bidang sosial budaya. Semoga pencapaian mereka bisa menggungah semangat kamu, ya!

 

 

Bagikan artikel ini:

Lihat artikel lainnya

PEREMPUAN LEBIH KUAT MENGHADAPI PANDEMI?

Perempuan Lebih Kuat Menghadapi Pandemi?   Apakah ada yang pernah mendengar istilah man flu? Melansir dari Halodoc, Istilah “man…

BERITA DUNIA27 July 2021

PEMBELAJARAN TATAP MUKA DAN NASIHAT PUAN MAHARANI

Selama lebih dari setahun, pandemi Covid-19 menyebabkan para siswa dan mahasiswa terpaksa belajar dari rumah secara daring. Banyak…

BERITA DUNIA04 October 2021

TANTANGAN MENJADI IBU DI ERA DIGITAL

Pernah dengar nggak, sebuah kalimat yang menyatakan bahwa 'Jadi orangtua itu nggak ada sekolahnya'? Ilmu menjadi orangtua bisa dibilang…

BERITA DUNIA18 July 2021